Berkah Layani ABK Bisa Studi di Luar Negeri

Miseri MPd

Miseri MPd
Sejak sekolah di SPG (Sekolah Pendidikan Guru) tahun 1987 lalu, Kepala SLB Negeri Gedangan Sidoarjo, Miseri MPd, awal terinspirasi terhadap ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Mereka sangat luar biasa, sehingga membutuhkan penangaanan dan layanan yang khusus pula.
Miseri menjelaskan, ketika masih sekolah di SPG di Banyuwangi, pernah menerima tamu guru dan calon guru SLB beserta para siswanya. Datang ke sekolah dan menyampaikan ada sisi lain yang perlu dilayani, selain orang – orang umum atau regular.
“Dari situlah saya mulai tertarik, ternyata di luar kita ternyata banyak sekali ABK yang sangat memerlukan pelayanan kita,” tutur Miseri saat ditemui di sekolah SLB Negeri Gedangan yang di bawah naungan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur.
Maka setelah lulus dari SPG Banyuwangi tahun 1988, pilih melanjutkan kuliah di Surabaya. Saya tertarik kuliah yang terjangkau, karena memang kondisi keuangan yang kurang mendukung, yang terjangkau saat itu yaitu SGPLB (Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa).
“Ternyata luar biasa banyak inspirasi dari kuliah itu. Sehingga saya kuliah S1 dan S2 Unesa dengan jurusan yang sama sekolah pendidikan khusus atau PLB. Bahkan berkahnya, saya bisa berkunjung dan studi di enam negara,” terangnya.
Diantaranya, Miseri pernah belajar di Negara Thailand, Jepang dan Australia, kunjungan dan studi tersebut dalam rangka untuk belajar tentang pelayanan ABK sebagai reward saya yang pernah menjadi guru berprestasi tingkat nasional mewakili Propinsi Jawa Timur.
“Kalau ke Jepang untuk belajar tentang tata kelola layanan ABK. Selain itu juga ada yang terkait dengan tugas di S2 Unesa,” jelas Miseri.
Miseri menjelaskan, tahun 2017 ke Australi, belajar tentang support layanan pendidikan inklusi di sekolah-sekolah regular. ”Semuanya itu tetap fokus untuk layanan pengembangan ABK yang kemudian berkembang sesuai dengan potensinya. Pengalaman yang panjang ini, kesimpulannya memang peran orang tua itu sangat luar biasa, dan itu kunci pertama untuk melayani ABK,” pungkas Miseri. [ach]

Tags: