Berkinerja Baik, Pemkot Madiun Dikunjungi Dua Daerah Untuk Belajar

Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Kota Madiun, Andriono Waskito Murti (kanan) menerima cinderamata dari DPRD Kabupaten Boyolali yang diserahkan Eko Mujiono. [sudarno/bhirawa]

Kota madiun, Bhirawa
Terbukti Jalannya pemerintahan di Kota Madiun terbilang baik hingga kini, sekarang mulai dari keterbukaan informasi publik, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan pegawai, pembangunan sarana prasarana dan sistem pendidikan yang mumpuni mampu menarik daerah lain untuk belajar di Kota Pendekar.
Misalnya, Kamis (6/2), di ruang 13 Balaikota Madiun,rombongan DPRD dari Kabupaten Boyolali Komisi I dan IV, serta DPRD Kabupaten Tuban Komisi I datang berkunjung untuk belajar mengenai pembangunan dan pengelolaan di Kota Madiun.Kedatangan rombongan tersebut diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Andriono Waskito Murti.
Kesempatan itu, berbagai pembahasan mengemuka, terutama mengenai penataan tenaga honorer dan penerapan sistem zonasi dalam PPDB.Kedua hal tersebut merupakan pembahasan dari perwakilan DPRD Kabupaten Boyolali yang diketuai oleh Eko Mujiono.Sedangkan DPRD Kabupaten Tuban yang diketuai oleh Fahmi Fikroni membahas mengenai saluran air saat hujan dan trotoar.

Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Kota Madiun, Andriono Waskito Murti (tengah) menerima DPRD Kabupaten Boyolali yang diketuai, Eko Mujiono (kiri) dan DPRD Kabupaten Tuban diketuai, Fahmi Fikroni (kanan).[sudarno/bhirawa]

Dalam kesempatan itu, Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Kota Madiun, Andriono Waskito Murtimengatakan, saat ini Kota Pendekar tengah membangun. Terkait penataan honorer, Andriono mengatakan saat ini Kota Madiun sudah tidak memiliki tenaga honorer, yang ada hanya tenaga kontrak, BLUD, dan tenaga upahan yang bekerja sesuai tupoksi tiap OPD.
“Sedangkan untuk ppdb zonasi, sekarang yang menentukan proporsi dan wilayah zonasi adalah daerah.Kami membaginya sesuai kebutuhan dan pemerataan pendidikan. Kami ingin mengubah stigma sekolah favorit hanya A atau B. Semua sekolah sama,”paparnya.
Membahas mengenai drainase, dirinya mengatakan bahwa saat ini gorong-gorong dan trotoar yang ada di Kota Madiun sudah di box covered, sehingga aliran air saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi air dapat menggenang langsung ke sungai. Tak hanya itu, sesuai dengan program Wali Kota, kebersihan lingkungan hingga sungai sangat diperhatikan, sehingga hal tersebut dapat digunakan sebagai antisipasi terhadap banjir.
“Kami sedang getol-getolnya bersih-bersih. Setiap hari ada tim yang bekerja untuk membersihkan kota, seluruh pegawai akan dikerahkan untuk bersih-bersih di sekitar lingkungan atau di kawasan-kawasan yang rawan genangan air,”jelasnya.
Melalui kunjungan tersebut, dirinya berharap dapat terjalin silaturahmi yang baik antar seluruh pihak. Sehingga dapat bersama-sama membangun daerahnya dan dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. [dar]

Tags: