Bermula Kenal di Facebook, Akun WA Ustad Anam Jabbar Dibajak Buat Menipu

Wartawan Harian Bhirawa, Choirul Anam saat melapor kasus penipuan mengatasnamakan dirinya, Senin (13,1) di Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim. [abednego/bhirawa]

(Waspada Peretasan Akun Melalui Kode Verifikasi WA)
Surabaya, Bhirawa
Modus penipuan dengan minta kode verifikasi WhatsApp kerap dialami masyarakat yang aktif menggunakan aplikasi itu. Penipuan ini juga merupakan celah bagi pelaku kejahatan yang kemudian meretas atau membajak akun WhatsApp (WA) milik korbannya.
Peretasan akun WhatsApp ini seperti yang dialami wartawan senior Harian Bhirawa, yakni Choirul Anam. Wartawan yang juga Ketua Jam’iah Tilawatil Quran (Jatiko) Jatim ini menceritakan awal mula peretasan akunnya. Yakni dimulai dari perkenalannya dengan seseorang di Facebook, hingga kemudian berlanjut kepada saling tukar nomor WhatsApp.
“Kejadiannya sudah lumayan lama. Seinggat saya waktu itu seseorang (terlapor) meminta nomor WhatsApp saya, dan saya juga memberikan kode verifikasi yang diminta. Barulah pada Sabtu (11/1) handphone saya error, dan diberitahu kawan kalau akun WhatsApp saya diretas,” kata Choirul Anam, Senin (13/1).
Parahnya, sambung Choirul Anam yang oleh jamaahnya dengan nama Anam Jabbar , terduga peretas akunnya mengirim pesan kesemua kontak maupun grup yang ada di akun WhatsApp miliknya. Dan seolah-olah menggunakan namanya untuk meminjam (meminta) uang sebesar Rp 3 juta, serta meminta mentransfer uang ke nomor rekening BNI 0773195114 atas nama Muhammad Ayrin Syah.
“Dari modus yang mengatasnamakan saya, ada teman yang terpancing dan menstransfer uang sebesar Rp 10 juta ke rekening tersebut,” jelas pria yang akrab dengan sapaan Abah.
Mengetahui adanya korban dari penipuan itu, Abah pun melaporkan kejadian ini ke Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim. “Harapan saya, laporan pengaduan ini segera bisa diproses pihak kepolisian. Sehingga tidak adalagi korban penipuan yang mengatasnamakan saya,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Cecep Susatya mengatakan penipuan berkedok peretasan akun WhatsApp memang sering terjadi. Modusnya, sambung Cecep, biasanya diawali dari perkenalan di media sosial (medsos). Kemudian saling bertukar nomor handphone, setelah itu minta diinvite.
Cecep mengaku kasus ini istilahnya bukan hacker. Tapi lebih kepada si korban tidak paham dan mengirim kode verifikasi, sehingga kesedot data-datanya. Dan itu yang tidak banyak diketahui masyarakat. Bahkan masyarakat dengan gampang dan mudah memberikan kode verifikasi WhatsApp.
“Modusnya biasanya lewat perkenalan di medsos, baik Facebook maupun WhatsApp. Sampai akhirnya berlanjut dengan pertukaran nomor WA. Disitulah pada saat pertukaran nomor WA, dimintai kode verifikasi dan diberikan. Memang si korban memanfaatkan ketidaktahuan dari si korban yang memberikan kode verifikasi WA,” bebernya.
Banyak juga, sambung Cecep, kalau di medsos memperkenalkan diri sebagai wanita cantik, kalau korbannya pria. Sementara kalau korbannya wanita, biasanya memperkenalkan diri sebagai pria yang tampan.
“Modusnya juga sama, memanfaatkan ketidaktahuan korban dengan meminta mengirim kode verifikasi WA. Oleh karenanya masyarakat diimbau untuk berhati-hati kalau berkenalan di medsos. Dan jangan sekali-kali memberikan kode verifikasi WA maupun kode apapun,” pungkasnya. [bed]

Tags: