Bersilaturahmi, Wali Kota Probolinggo – Wawali ”Slolop” di Laut

Wali kota-Wawali saat slolop di laut.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Kota Probolinggo, Bhirawa
Suasana ujung Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan nampak berbeda. Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wawali Mochammad Soufis Subri bersama Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo dan Sekda drg Ninik Ira Wibawati ikut slolop alias kum-kum (berendam).
Selama kurang lebih satu jam, mereka berendam bersama sambil berbincang dan ngopi atau ngeteh. Dengan catatan, gelas kertas yang dipakai tidak boleh dibuang di laut. Sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo pun ikut nimbrung.
Pelabuhan tersebut sudah jadi lokasi berendam masyarakat di setiap pagi atau sore hari. Pasalnya, dengan berendam di laut memiliki khasiat bagi kebugaran tubuh. Banyak testimoni yang menyatakan, setelah berendam mereka tidak mudah lelah atau bahkan membaik dari sakit tertentu yang diderita. Dari kebiasaan tersebut muncul komunitas-komunitas kum-kum.
“Slolop ini selain luar biasa, juga bisa bersilaturahmi. Pesan saya, jangan menghapus persaudaraan karena sebuah kesalahan. Namun hapuslah kesalahan demi melanjutkan persaudaraan,” pesan singkat Wali Kota Habib Hadi, kepada mereka yang ikut berendam.
Menurut wali kota Hadi Senin 3/2/2020, slolop ini bisa mempererat kekeluargaan dengan memanfaatkan potensi alam di Kota Probolinggo. Ia mengimbau, dengan aktivitas seperti ini bisa saling guyub rukun membawa kemaslahatan bagi semuanya.”Satu jam tadi saya asyik, enjoy sambil berinteraksi dengan semua warga tanpa membedakan dari mana. Tentunya dengan menikmati suasana yang ada,” cetus Habib Hadi.
Dilanjutkan melaunching 18 unit ambulans siaga. Dengan tegas dan nada berapi-api, Habib Hadi mengatakan bahwa ini adalah momen penting bahwa perjuangan pasti ada kerja nyata. “Alhamdulillah berkat doa dan dukungan semua, saya beserta wakil bisa menjalankan amanah sesuai janji dan harapan masyarakat,” katanya.
Habib Hadi menegaskan, satu per satu visi misi sudah dilaksanakan atas doa dan dukungan dari masyarakat. Untuk itu, ia merasa bertanggung jawab untuk menyampaikan apa saja yang telah dikerjakan kepada publik. Apa yang dikerjakan pejabat publik harus diketahui oleh masyarakat dan tidak perlu disembunyikan.
18 unit ambulans siaga merupakan bentuk perhatian pemerintah pada masyarakat untuk penanganan kegawatdaruratan. “Saya tidak mau menimbulkan hal tidak baik karena lambatnya penanganan kesehatan pada masyarakat,” ujarnya. Ia pun berharap DPRD dapat mewujudkan 11 unit tambahan agar transportasi pelayanan kesehatan semakin sempurna.
Butuh Ambulans Siaga Hubungi 112. Ambulans siaga ada untuk memudahkan akses kepada masyarakat agar cepat dan tepat untuk mendapatkan pertolongan pertama terhadap kasus-kasus kesehatan tertentu. Sasarannya, seluruh penduduk Kota Probolinggo yang memerlukan pelayanan medis dan transportasi ambulans.
“Tentunya dengan kasus kegawatdaruratan, rujukan persalinan (ibu akan melahirkan), rujukan ke fasilitas kesehatan pertama (puskesmas, klinik, bidan praktik swasta) rujukan ke fasilitas kesehatan di wilayah Kota Probolinggo,” jelas Wali Kota Habib Hadi.
Ambulans siaga tidak diperuntukkan bagi penyakit sakit gigi, batuk, pilek dan lainnya. Ambulans ini tidak diperbolehkan untuk rujukan ke fasilitas kesehatan di luar Kota Probolinggo.
Alur pelayanan ambulans siaga adalah pasien/keluarga pasien menghubungi call center 112, kemudian operator menghubungi kontak person petugas puskesmas/pustu. Selanjutnya petugas akan melakukan kontak ke pasien/keluarga dan lokasi sasaran. Petugas melakukan pemeriksaan awal kondisi pasien dan menentukan status kegawatdaruratan untuk melakukan rujukan.
Petugas lantas menghubungi puskesmas/rumah sakit/klinik rujukan lalu petugas dengan menggunakan ambulans melakukan rujuan pasien dan pasien wajib didampingi oleh keluarga atau perangkat kelurahan.
“Mudah-mudahan bermanfaat bagi masing-masing kelurahan yang menerima ambulans siaga. Awas jangan coba-coba menghubungi tapi ternyata iseng, saya sendiri nanti yang menangani,” ujar Habib Hadi.
18 unit ambulans siaga didistribusikan untuk Kecamatan Mayangan (Kelurahan Mayangan, Wiroborang dan Jati); Kecamatan Kanigaran (Kelurahan Kebonsari Wetan, SUkoharjo dan Curah Grinting); Kecamatan Kedopok (Kelurahan Jrebeng Kulon, Jrebeng Wetan dan Kareng Lor); Kecamatan Wonoasih (Kelurahan Pakistaji, Kedung Asem, Sumber Taman, Jrebeng Kidul dan Kedung Galeng); Kecamatan Kademangan (Kelurahan Pilang, Triwung Kidul, Kademangan dan Poh Sangit Kidul).
“Mohon doa, masih ada empat tahun lagi yang harus diselesaikan dan memenuhi harapan masyarakat. Visi misi masih harus diperjuangkan agar dapat terwujud demi masyarakat. Sesuai visi kami, mari membangun Kota Probolinggo bersama,” tambah Habib Hadi yang didampingi Wawali Subri.(Wap)

Tags: