BI Kediri Dorong Masyarakat Manfaatkan QRIS dalam Penukaran Uang

Kota Kediri, Bhirawa
Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Kediri menyiapkan strategi khusus untuk pemenuhan penukaran uang dalam masa pandemic covid 19.Langkah yang di lakukan BI Kediri ini yaitu dengan mendorong masyarakat untuk menggunakan transaksi penukaran uang non tunai melalui pemanfaatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard ).
Kepala KPwBI Kediri Sofwan Kurnia menjelaskan, Mengapa perlu strategi khusus?, menurutnya karena dalam kegiatan penukaran UPK tahun sebelumnya, umumnya layanan penukaran UPK kepada masyarakat dilakukan dengan menukarkan uang yang ada di rumah, uang yang di tarik dari mesin ATM, atau mendebet uang pada rekening tabungan.
“ Dengan menggunakan QRIS pada Ramadhan tahun ini, diharapkan kontak antara masyarakat dengan pegawai bank melalui media uang yang disetor untuk ditukarkan, atau melalui kartu ATM dan mesin EDC ketika transaksi pendebetan tabungan, ataupun melalui formulir penukaran menjadi semakin berkurang.”terangnya.
Lebih lanjut, kata Sofwan, karena PT Bank Jatim Kediri telah menginisiasi layanan penukaran UPK dengan menggunakan QRIS. Layanan ini dapat diakses oleh nasabah PT Bank Jatim yang telah memiliki aplikasi mobile banking
“Alhamdulillah, pada hari ini, kita di Kota Kediri patut bersyukur karena PT Bank Jatim Kediri telah menginisiasi layanan penukaran UPK dengan menggunakan QRIS.. Cukup memilih menu QRIS dan selanjutnya men-scan QRIS yang tersedia di meja teller kemudian menyampaikan jenis pecahan yang diinginkan, nasabah akan menerima jenis pecahan uang yang diperlukan.” Terangnya.
Dia juga menambahkan bahwa QRIS dapat digunakan untuk berbagai macam transaksi, termasuk penukaran. Masyarakat dihimbau dan dipersilahkan untuk memanfaatkan kelebihan QRIS untuk kemudahan dalam bertransaksi” Ini semua dilakukan dalam rangka mendukung upaya penanggulangan COVID-19 yang dilakukan oleh Pemerintah, Bank Indonesia berkomitmen untuk senantiasa menjaga kelancaran layanan sistem pembayaran dan transaksi keuangan sehingga kegiatan ekonomi dan keuangan nasional dapat terselenggara dengan baik.”tandasnya.
Diketahui Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri berkomitmen menyiapkan kebutuhan uang tunai yang diperkirakan sebesar Rp 4,38 triliun pada periode Ramadan/Idul Fitri tahun ini. Angka ini turun sebesar 14 persen dibandingkan periode tahun lalu. (van)

Tags: