Biaya Pendidikan Tinggi, 3.041 Siswa Putus Sekolah

putus-sekolahBojonegoro, Bhirawa
Ribuan siswa dari jenjang SMA/SMK di Bojonegoro mengalami putus sekolah atau dorp out (DO). Mereka tidak sekolah alasannya faktor pekerjaan dan ekonomi, dituding menjadi penyebab angka putus sekolah (APS). Catatan Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, sebanyak 3.041 siswa siswi jenjang SMA/SMK yang putus sekolah atau dorp out (DO).
Sementara itu usia tidak sekolah jenjang SMA/SMK  sebanyak  2.221 anak. “Mereka tidak sekolah alasannya faktor pekerjaan dan ekonomi,” ungkapnya Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Bojonegoro, Khusnul Huluq kepada Bhirawa, Rabu (8/7).
Selain faktor tersebut, kondisi ekonomi keluarga pun dinilai turut menjadi pengganjal murid melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. “Adapula faktor jarak yang menghambat murid untuk menuju ke sekolah,” ujarnya.
Dari 3.041 siswa itu, kebanyakan berada di wilayah barat seperti Kecamatan Ngaraho yang mencapai 300 lebih anak. Disusul Ngasem sekitar 300 anak, Dander 285 anak, Sukosewu 250 anak dan Kecamatan Tambakrejo sekitar 200 anak. “Selain itu 100 an anak menyebar di sejumlah kecamatan. Angka-angka tersebut berdasarkan pendataan yang dilakukan Disdikda beberapa waktu lalu,” jelasnya.
Kendati demkian pemkab Bojonegoro melalui Disdikda untuk mengajak anak-anak sekolah lagi, baik di sekolah formal maupun paket. “Makanya pemerintah akan bertanggung jawab. Dengan adanya Bosda ini, anak-anak bisa termotivasi,” tandasnya. [bas]

Tags: