BIN Jatim Laksanakan Percepatan Vaksinasi Anak dan Booster di Jombang

Vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun dosis kedua di SDN Kepanjen 2 Jombang yang digelar oleh BIN Daerah Jatim, Selasa (25/01). (arif yulianto/bhirawa).

Jombang, Bhirawa.
Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jawa Timur (Jatim) bekerjasama dengan Puskesmas Jelakombo, Jombang menggelar vaksinasi Covid-19 dosis kedua bagi anak usia 6 hingga 11 tahun serta vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster bagi tenaga pendidik di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kepanjen 2, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Selasa (25/01).

Vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun dan vaksinasi booster dengan target awal para Lansia ini dimaksudkan untuk mempercepat terbentuknya herd immunity di komunitas anak serta mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Berdasarkan data yang dihimpun, kali ini BIN Daerah Jatim menggelar vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun dan vaksinasi booster di beberapa lokasi di Kabupaten Jombang.

Di Puskesmas Perak Jombang, digelar vaksinasi booster dengan target 200 dosis. Di SDN Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, digelar vaksinasi bagi anak usia 6 hingga 11 tahun dengan target 234 dosis. Di TK Roushon Fikr Jombang digelar vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun dengan target 147 dosis. Kemudian di Puskesmas Jabon Jombang digelar vaksinasi booster dengan target 100 dosis, serta di SDN Kepanjen 2 Jombang digelar vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun dengan target 302 dosis serta vaksinasi booster bagi tenaga pendidik di sekolah tersebut.

Di SDN Kepanjen 2 Jombang sendiri, sekitar 635 siswa menjalani vaksinasi Covid-19 dosis kedua. Pelaksanaan vaksinasi sendiri dibagi menjadi 2 gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada Selasa (25/01), dan gelombang yang kedua dilaksanakan pada Rabu (26/01).

Kepala Sekolah SDN Kepanjen 2, Saidah Setyarini (47), mengatakan, bahwa pelaksanaan vaksinasi di sekolahnya saat ini dosis kedua. Total jumlah siswa sebanyak 635, dan pelaksanaan vaksinasi dibagi dua.

“Hari ini 325 (siswa), mulai kelas 1 sampai kelas 3, dan besok sisanya mulai kelas 4 sampai kelas 6,” kata Kepala Sekolah SDN Kepanjen 2 Jombang, Saidah Setyarini.

Terkait program vaksinasi ini, Saidah mengungkapkan, pihak sekolah secara umum mendukung program tersebut, karena membantu anak-anak atau para siswa terlindungi dan mengurangi rasa was-was jika pergi ke mana-mana.

“Dan (vaksinasi) ini sangat diharapkan. Untuk mendukung pelaksanaan PTM 100 persen. Karena saat ini PTM masih 50 persen,” ungkapnya.

Menurut Saidah, sebelum pelaksanaan vaksinasi, pihak sekolah telah melakukan koordinasi dengan wali murid. Kemudian mereka diberi tahu tentang pentingnya vaksin ini untuk anak-anak.

“Untuk tenaga pendidik juga sudah vaksin dosis kedua semua. Hari ini kita terjadwal untuk vaksinasi booster, dan semuanya mengikuti. PTK- nya berjumlah 47,” terangnya.

Komite Sekolah SDN Kepanjen 2 Jombang, Irwan Prakoso menerangkan, dengan adanya vaksinasi bagi siswa dosis yang kedua ini, mayoritas orang tua siswa mendukung 100 persen. Hal itu karena adanya komunikasi yang baik anatar komite sekolah dan paguyuban.

“Apa yang disampaikan sekolah kepada komite, langsung kita sampaikan kepada paguyuban kelas. Kemudian disampaikan kepada orang tua masing-masing, bahwa pentingnya vaksinasi seperti ini,” kata Irwan Prakoso.

Jika vaksinasi bagi anak/siswa dosis pertama dan kedua itu telah selesai, pihaknya berharap kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang untuk mengawali pelaksanaan PTM 100 persen.

“Kita awali dulu untuk bulan depan ini untuk (PTM) 100 persen. Insya Allah kita siap. Sarana prasarana sudah kita siapkan untuk itu,” tandasnya.

Sementara itu, Dokter Fungsional Puskesmas Jelakombo Jombang, dr Puspitasari Pancawardhani atau yang akrab disapa dokter Yeyen mengatakan, skrining sebelum pelaksanaan vaksinasi siswa wajib dilakukan. Apabila masih ada keluhan batuk, pilek, panas, maka vaksinasi ditunda bagi yang bersangkutan.

“Jadi kita yakinkan satu minggu bebas panas. Kemudian jika minum obat, dalam waktu satu minggu harus bebas dari mengkonsumsi obat. Jadi pada waktu vaksin, kondisinya harus benar-benar sehat,” terang dia.

Ia mengungkapkan, skrining yang dilakukan meliputi dari keluhan, tensi (bila lebih dari 140/90 ditunda), dan cek suhu badan (jika lebih dari 37,5 ditunda).

Vaksinasi juga bisa ditunda kepada siswa yang mempunyai riwayat penyakit yang membutuhkan pengobatan yang cukup lama

“Misalnya Lupus yang mana membutuhkan pengobatan berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Atau dalam waktu dekat mengalami operasi yang cukup besar, sehingga untuk benar-benar sehat selama tiga bulan,” bebernya.

Untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun, lanjut Yeyen, sesuai anjuran pemerintah menggunakan jenis Vaksin Sinovac. Pasca disuntik, pihaknya memberi pengetahuan kepada anak-anak dan wali murid.

“Bahwasanya pasti ada beberapa menimbulkan keluhan, karena proses pembentukan anti bodi. Biasanya keluhan muncul itu panas, ada juga mual, dan kadang-kadang sampai muntah,” jelasnya.

Jika memang ada keluhan, sambung dia, sang anak boleh diberikan obat. Jika panas diberi Paracetamol, sedangkan kalau mual muntah diberi Antasida (Antacid). Hal ini untuk mengurangi gejala.

“Untuk anak-anak, paling tidak sampai 2-3 hari tidak melakukan aktivitas seperti lari-lari atau bermain yang membutuhkan aktivitas lebih,” pungkasnya.(rif.hel)

Tags: