BK Ancam Pecat Anggota Dewan Jatim Bolosan

102397_gedung-sekretariat-dprd-jawa-timur_663_382DPRD Jatim, Bhirawa
Menjelang berakhirnya masa jabatan anggota DPRD Jatim , akhir Agustus 2014 ini, kinerja hampir seluruh wakil rakyat ini menurun alias bermalas-malasan. Sebagai bukti setiap pelaksanaan rapat paripurna hanya dihadiri tak lebih dari separuh dari total anggota dewan sebanyak 100 orang. Melihat kondisi ini, membuat Badan Kehormatan (BK) DPRD Jatim segera ambil tindakan.
Wakil Ketua BK Jatim, Saleh Ismail Mukadar menegaskan pihaknya akan memberikan sanksi tegas berupa pemecatan bagi anggota dewan yang absen dalam rapat paripurna enam kali berturut-turut.
Hal itu sudah sesuai dengan tatib dewan yang menyebutkan sanksi pemecatan kepada anggota yang tidak masuk dalam rapat paripurna tanpa ada pemberitahuan.
“Kami akan tegas¬† memberikan sanksi berupa¬† surat pemecatan kepada anggota dewan yan sering bolos paripurna. Sanksi ini sudah sesuai aturan yang ada. Dimana proses yan dilakukan tak lagi PAW tapi langsung pemecatan,”tegas politisi asal PDIP, Minggu (29/6).
Tapi ketika ditanya apakah sanksi pemecatan akan efektif mengingat kinerja mereka kurang dua bulan, ditanya seperti itu mantan Ketua Komisi E DPRD tidak dapat menjawab secara gamblang.
“Yang pasti kami akan terus menekankan disiplin sesuai etika di lembaga DPRD Jatim,”jelas Shaleh singkat.
Diakuinya jika proses pemecatan membutuhkan waktu yang cukup panjang meski tidak seperti proses PAW. Tapi apapun keputusan dari Mendagri tetap dibutuhkan sebagai dasar BK mengambil kebijakan. Sementara proses tersebut bisa membutuhkan waktu antara satu sampai dua bulan.
Selain soal absensi,BK DPRD Jatim juga menghimbau kepada para anggota dewan untuk mengembalikan fasilitas kedewanan seperti mobil dinas dan rumah dinas. Untuk mobil dinas fasilitasnya kepada semua anggota dewan yang berjumlah 100 orang.
Sedangkan untuk Rumah dinas hanya untuk pimpinan dewan. “Tapi semuanya harus dikembalikan 2 minggu sebelum masa jabatannya habis,” pungkasnya. [cty]

Tags: