BKKBN Jatim Targetkan 12,8 Juta Penduduk Terdata

Caption foto: Kepala Wilayah BKKBN Jawa Timur Sukaryo Teguh Santoso (kiri) didampingi Kepala Bakorwil V Jember R.Tjahjo Widodo saat sosialisasi program Pendataan Keluarga kepada seluruh OPD di 7 Kabupaten/Kota se Bakorwil V Jember di aula Bakorwil V Jember, Selasa (9/2).

Jember, Bhirawa
Kanwil Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur targetkan 12,8 juta penduduk Jawa Timur terdata secara by name by address dalam program pendataan Nasional yang menjadi program utama BKKBN di medio 2021.

“Pendataan keluarga ini salah satu bentuk upaya untuk mendapatkan data secara mikro keluarga by name by address untuk mendapatkan data dan informasi terkait informasi kependudukannya, Keluarga Berenca-nya dan Pembangunan Keluarga. Kami proyeksikan 12,8 juta keluarga se Jawa Timur terdata dalam program ini,” ujar Kepala Wilayah BKKBN Jawa Timur Sukaryo Teguh Santoso usai sosialisasi program prioritas Pendataan Keluarga dengan OPD di 7 Kab/Kota se Bakorwil V Jember, di aula Bakorwil V Jember, Selasa (9)2).

Menurut Teguh, dengan data itu pihaknya akan mendapatkan data dan informasi terkait pembangunan keluarga.” Ini salah satu alat indikator kinerja utama BKKBN. Salah satu indikator kinerja utama, diantaranya Indek Pembangunan Keluarga (IPK). Ini (IPK) merupakan komposit untuk mengukur tingkat kebahagian, kesejahteraan dan kemandirian keluarga,” terangnya.

Selain itu dari hasil pendataan tersebut, kata Teguh, juga bisa digambarkan program Keluarga Berencana (KB) juga pendataan balitanya.

“Tahun ini dilengkapi dengan pendataan balita khususnya balita dibawah 2 tahun. Berapa lingkar kepala, tinggi badan dan berat badannya bagaimana kondisi keluarganya. Dengan data ini, kita bisa melihat gambaran kecenderungan stunting. Sehingga dengan data ini, dapat memudahkan pemerintah dalam menyusun kebijakan yang bersifat solutif,” katanya pula.

Teguh mengaku, selama ini lembaganya belum mengetahui secara persis daerah atau kabupaten mana yang menjadi kantong stunting di Jawa Timur. Namun dari pendataan penduduk ini bisa terdata semua.

“Bagaimana rata-rata usia perkawinannya, kondisi ekonomi, KB, tingkat pendidikannya. Kalau Kalau indikasi ini digabung, Kabupaten tersebut menjadi wilayah stunting, penyebabnya seperti ini,” tukasnya.

Pendataan keluarga ini kata Teguh akan dimulai April – Mei 2021, dengan melibatkan ribuan kader dengan cara door to door. Selain itu, metode pendataannya menggunakan metode mengunakan smartphone (82 %) dan metode pengisian formulir (18 %).

“Untuk metode pengisian formulir, khusus bagi daerah-daerah yang sulit dijangkau jaringan internet. Dari hasil ujicoba tahun kemarin, menggunakan aplikasi smartphone lebih mudah katanya,” pungkas Teguh kemarin.

Sementara, Kepala Bakorwil V Jember R.Tjahjo Widodo mengaku mendukung upaya BKKBN Jawa Jawa Timur dalam mensukseskan program pendataan keluarga di Jawa Timur. Karena dengan data, pemerintah akan mempermudah dalam menentukan kebijakan.

” Utamanya dalam menekan angka stunting di Jawa Timur. Selain itu, dengan data, pemerintah bisa mempersiapkan generasi bangsa yang cerdas,” tandas Tjahjo.

Bakorwil V Jember sendiri kata Tjahjo siap untuk mensosialisasikan program ini kepada masyarakat melalui OPD di 7 Kabupaten / Kota yang ada di wilayah koordinasi Bakorwil V Jember.” Apalagi program pemerintah tahun 2021, menekan angka stunting dari 26 persen menjadi 14 persen,” katanya pula. [efi]

Tags: