Blitar Rawan Kekerasan Perempuan dan Anak

Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

Blitar, Bhirawa
Sebanyak 84 perempuan dan anak di Kabupaten Blitar menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual. Tingginya angka tersebut, kian meresahkan Pemkab Blitar.
“Kekerasan lebih banyak terjadi di sekitar lingkungan rumah tangga. Komunikasi yang tidak mulus mendorong seorang suami menempuh solusi emosional,” kata  Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Pemerintah Kabupaten Blitar Wahid Rosidi, Minggu (18/1).
Ditambahkan dia, total kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak mencapai 80%. Kebanyakan para istri yang menjadi korban kekerasan akhirnya memutuskan menempuh  jalur pengadilan.  “Dari data yang dihimpun, kasus kekerasan rata-rata dilatarbelakangi persoalan ekonomi,” terangnya.
Dibanding pada 2013 ada 75 kasus, pada 2014 angka kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak justru mengalami kenaikan yang cukup drastis, yakni 84 kasus.
Kasubid Perlindungan Perempuan dan Anak BPPKB Kabupaten Blitar Iin Sudira menambahkan, bahwa kasus pelecehan seksual banyak dijumpai di lingkungan anak anak.
Untuk melancarkan kejahatanya, sebagian besar pelaku memanfaatkan fasilitas jejaring sosial Facebook dan sejenisnya. “Namun tidak sedikit pelaku berasal dari keluarga dekat,” terangnya.
Pemkab Blitar melalui institusi terkait memberikan pendampingan hukum, psikologis maupun kesehatan kepada para korban. “Intinya, supaya korban tidak mengalami trauma berkepanjangan. Sebab mereka masih memiliki masa depan,” pungkasnya.
Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kabupaten Blitar Wasis Kunto Admojo berharap, penanganan permasalahan yang ada dilakukan dengan serius dan sesuai prosedur yang berlaku. “Jadi bukan hanya sekadar lip service. Baru bergerak setelah dapat laporan. Semuanya harus ditangani serius,” pungkasnya. [htn]

Tags: