BNN Kabupaten Tulungagung Donor Darah Massal di Kantor PMI

AKBP Sudirman diambil darahnya di UTD PMI Tulungagung saat kegiatan donor darah masal, Selasa (23/6).

Tulungagung, Bhirawa
Keluarga besar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung, Selasa (23/6), melakukan kegiatan sosial donor darah masal. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Nasional (HANI).

Kepala BNNK Tulungagung, AKBP Sudirman, mengungkapkan kegiatan donor darah masal yang berlangsung di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Tulungagung tersebut diikuti seluruh karyawan BNNK Tulungagung. Termasuk keluarga, tenaga relawan dan pelajar magang.

“Yang ikut donor darah selain para staf, juga Dharma Wanita BNNK Tulungagung, kemudian relawan dan adik-adik pelajar yang care (peduli) dengan kegiatan anti narkoba. Total ada 75 orang,” ujarnya.

Menurut dia, kegiatan donor darah masal merupakan salah satu rangkaian memperingati HANI yang jatuh setiap tanggal 26 Juni.

“Dan tujuannya sebagai bentuk kepedulian dan kemanusiaan dari BNNK Tulungagung. Hal ini sesuai dengan tema HANI tahun ini yakni Hidup 100%, Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala UTD PMI Tulungagung, dr Rukmi mengapresiasi kegiatan donor darah masal yang dilakukan oleh BNNK Tulungagung.

Terlebih selama pandemi Covid-19 jumlah pendonor di UTD PMI Tulungagung mengalami penurunan.

“Dengan kegiatan donor darah masal oleh BNNK Tulungagung kami mengucapkan terima-kasih. Apalagi menyumbangkan darah untuk mencukupi kebutuhan di tengah pandemi Covid-19 saat ini,” ujarnya.

Diakui mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung ini, pendonor darah di Kota Marmer selama pandemi Covid-19 terjadi penurunan sampai 30 persen. Sebelumnya, saat keadaan normal para pendonor yang datang ke UTD PMI Tulungagung rata-rata setiap hari berjumlah 60 orang.

Namun demikian, lanjut dia, meski terjadi penurunan jumlah pendonor darah, kebutuhan stok darah di Tulungagung tetap terpenuhi. Pasalnya, kebutuhan darah juga menurun sampai 30 persen.

“Jadi kendati ada penurunan pendonor, tapi kebutuhan juga mengalami penurunan sehingga kami tidak mengalami kekurangan stok darah,” tuturnya.

Lebihlanjut Rukmi menandaskan guna menarik pendonor selama pandemi Covid-19 untuk tetap aktif mendonorkan darahnya di UTD PMI Tulungagung berbagai upaya telah dilakukan. Salah satunya dengan memberikan doorprize dan tambahan makanan ringan.

“Selain kami juga memberi tambahan masker dan sembako,” ucapnya. (wed)

Tags: