BNN Kota Surabaya Bongkar Peredaran Narkoba di Putat Jaya

Kepala BNN Kota Surabaya, AKBP Kartono (Kanan) menunjukan tersangka dan barang bukti narkoba jenis sabu kurang lebih 1 gram di Kantor BNN Kota Surabaya, Senin (10-2)- [oky abdul sholeh/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya berhasil membongkar peredaran gelap narkoba jenis sabu di daerah Putat Jaya Gang Lebar, Surabaya. Satu tersangka pengedar narkoba diamankan beserta barang bukti sabu dan alat hisap.
Adapun tersangka dalam kasus peredaran gelap narkoba ini, yaitu Selamet Eka Darmawan (26). Pria yang kost di Jl Putat Jaya Gang Lebar, Surabaya ini merupakan pengedar sabu yang menjajakan dagangannya di wilayah setempat.
“Berdasarkan informasi masyarakat yang menyatakan adanya transaksi jual beli sabu di Putat Jaya Gang Lebar. Petugas Berantas kami melakukan penyelidikan hingga pengembangan dan mendapati satu tersangka selaku pengedar narkoba jenis sabu,” kata Kepala BNN Kota Surabaya, AKBP Kartono, Senin (10/2).
Kartono menjelaskan, tersangka mengaku untung Rp 900 ribu dari penjualan 1 gram sabu yang dijualnya. Oleh tersangka, sabu yang total kurang lebih 1 gram itu dipecah menjadi pahe atau paket hemat. Dan per poketnya dijual seharga Rp 200 ribu.
Terkait sasaran peredaran sabu ini, sambung Kartono, dari pengakuan tersangka dijual kepada teman kerjanya dan teman main di wilayah kost nya. Namun Kartono masih akan mengembangkan hasil ungkap peredaran narkoba jenis sabu di daerah Putat Jaya Gang Lebar ini.
“Pengakuannya dijual kepada teman kerjanya dan teman mainnya. Tapi kami akan terus mengembangkan kasus ini,” tegasnya.
Masih kata Kartono, dari hasil pemeriksaan rupanya tersangka lebih banyak bungkam. Bahkan saat ditanya mengenai bisnis haram yang dilakoninya, tersangka mengaku baru 6 bulan menjalankan bisnis narkoba ini. Tapi Kartono tidak begitu saja percaya dengan pengakuan tersangka, dan kurang lebih jual beli sabu ini sudah setahunan.
Begitu juga saat ditanya perihal asal muasal sabu yang diambilnya ini, sambung Kartono, tersangka enggan merincikan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, terdapat satu nama sebagai pemasok sabu untuk tersangka Selamet.
“Rupanya tersangka ini pasang badan dan enggan merincikan informasi terkait sabu yang didapatnya ini. Setelah pemeriksaan intensif, barulah muncul nama Feri sebagai pemasok sabu yang dijual tersangka,” jelas Kartono.
Sementara itu tak banyak kata yang keluar dari mulut Selamet. Ia hanya mengaku jual beli narkoba sabu ini dilakukannya sekitar 6 bulan terakhir. Ditanya terkait nama Feri, Selamet mengaku Ia mendapat sabu dari Feri.
“Kenal dengan Fery hanya kontak-kontakan di telpon. Ambilnya pun di tempat yang sudah ditentukan Feri, seperti terakhir saya ambil di Kembang Kuning dan di Jalan Diponegoro,” ungkap Selamet.
Adapun barang bukti yang diamankan dalam kasus ini adalah 1 bungkus permen Fisherman’s Friend yang berisikan 6 poket sabu dengan berat 1,89 gram, seperangkat alat hisap sabu, uang hasil penjualan sabu Rp 200, 3 buah korek api gas, 1 unit HP dan 1 buah alat timbangan.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, terhadap tersangka Selamet dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. bed

Tags: