BNNK Berharap Tanah Hibah dari Pemkab

Gedung kantor BNNK Sidoarjo yang megah di kawasan Perumahan Taman Pinang Indah. [alikus/bhirawa].

Sejumlah BNNK di Jawa Timur Telah Mendapatkannya
Sidoarjo, Bhirawa
Sejumlah BNNK di Provinsi Jawa Timur, beberapa waktu ini telah menerima hibah tanah dari Pemkab/Pemkot setempat. Yang tujuannya, agar BNNK setempat tersebut bisa mempunyai kantor sendiri. Misalnya BNNK di Kab Lumajang menerima seluas 5000 m2, di Kab Tuban seluas 3000 m2, di Kab Mojokerto seluas 3000 m2 dan di Kab Pasuruan juga seluas 3000 m2.

Menurut Kepala BNNK Sidoarjo, AKBP Drs Toni Sugiyanto, mudah-mudahan BNNK Sidoarjo juga bisa diberikan hibah tanah dari Pemkab Sidoarjo. Sehingga tidak lagi hanya cuma dipinjami lahan saja, seperti saat ini. “Harapan kami sih, kalau daerah lain bisa, tentunya Kab Sidoarjo juga pasti bisa,” ujar Toni, belum lama ini.

Dikatakannya, bangunan gedung kantor BNNK Sidoarjo, saat ini memang sudah bagus dibangun oleh BNNK. Meskipun diakui, lokasi tanah tersebut masih milik aset dari Pemkab Sidoarjo. Masa pinjam tempat, kantor BNNK Sidoarjo tersebut, kata Toni, akan habis pada tahun 2023 mendatang.

Meski masih kurang 3 tahun lagi, namun menurutnya perlu persiapan dari sekarang. Kalau seandainya, tanah aset tersebut harus dikembalikan lagi kepada Pemkab Sidoarjo. “Sebab informasinya, nanti akan dijadikan kantor sebuah OPD di Pemkab Sidoarjo,” kata Toni.

Kalau diminta untuk pergi dari lokasi dan akan dicarikan tempat lain, menurut Toni, pihaknya memilih untuk bisa tetap menempati lokasi kantor yang berada di kawasan Perumahan Taman Pinang Indah Sidoarjo itu. “Kalau seandainya Pemkab Sidoarjo masih tetap perhatian dengan BNNK, menurut saya lokasi yang tepat adalah masih tetap berada di sini. Pertimbangannya, supaya masih tetap bisa memudahkan pelayanan pada warga masyarakat Sidoarjo,” kata mantan Kepala BNNK Kediri itu.

Namun kalau tidak bisa dan terpaksa harus dipindah di tempat lain , mungkin kalau bisa yang lebih baik dan lebih luas dari tempat itu. Karena apa? saat ini gedung Kantor BNNK Sidoarjo, yang berada diatas lahan seluas 1500 m2 itu, kata Toni, sudah tidak muat lagi untuk menampung pegawai meski hanya dua pegawai saja. Karena saat ini total semua jumlah pegawainya ada 37 orang. Mereka ada di 3 Seksi dan 1 tata usaha. “Jadi bila seandainya nambah 2 pegawai saja, mereka bisa-bisa duduk di luar kantor, sebab tidak ada meja kerja untuk mereka,” katanya.

Menurut pendapat mantan Kabid Rehabilitasi BNNP Jatim itu, keberadaan BNNK Sidoarjo sangat urgent untuk melakukan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap Narkoba (P4GN). Karena wilayah ini banyak terdapat pintu masuk untuk Narkoba. Seperti dekat dengan Kota besar Surabaya, ada Bandara Juanda, ada terminal Purabaya dan stasiun kereta api. “Banyak jalur-jalur tikus untuk Narkoba bisa masuk , kalau tidak dilakukan upaya P4GN, kondisi di Sidoarjo akan semakin parah,” ujarnya serius.

Belum lama ini saja, BNNK Sidoarjo, kata Toni, baru saja menangkap seorang pemuda pengangguran yang tinggal dekat kawasan terminal Purabaya, sebagai tersangka pemakai dan pengedar Narkoba jenis sabu-sabu.[kus]

Rate this article!
Tags: