BNNP Jatim dan Satgaspam Juanda Gagalkan Pengiriman 1,5 Kg Sabu

BNNP Jatim, Bhirawa.
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur bersama Satgaspam Bandara Internasional Juanda dan Angkasa Pura I Surabaya gagalkan peredaran 1.517,8 kilogram sabu. Dari hasil ungkap kasus ini, petugas mengamankan tiga tersangka berinisial ES, AR dan MUF.

Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Mohamad Aris Purnomo mengatakan, hasil ungkap pertama dilakukan terhadap tersangka ES. Tersangka ES ditangkap di Gudang Angkasa Pura Logistik Bandara Juanda Surabaya, dengan barang bukti (BB) sabu-sabu seberat 519 gram.

Kemudian, sambung Aris, petugas mengamankan dua tersangka, yakni AR dan MUF. Keduanya ditangkap di Jl Tenggumung Wetan, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya dengan BB sabu-sabu seberat 998,8 gram.

“Dari ketiga tersangka, petugas mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1.517,8 kilogram atau 1,5 kilogram lebih,” kata Aris, Jumat (29/9).

Dijelaskannya, penangkapan ES bermula dari temuan paket mencurigakan oleh Satgaspam Bandara Juanda di Cargo Angkasa Pura Logistik oleh pihak AP Logistik Juanda. Tujuan paket tetsebut yakni Palangkaraya, Kalimantan pada Kamis (21/9). “Guna mengelabuhi petugas, narkotika golongan 1 (Methamphetamine) ini dicampur dengan makanan ringan (snack),” jelasnya.

Dari temuan itu, lanjutnya, petugas kemudian melakukan penyelidikan kepada pengirim barang inisial RD. Dari keterangan RD, petugas melakukan profiling kepada terduga pengirim sabu-sabu seberat 519 gram tersebut. Setelah lima hari berselang pada Selasa (26/9), pihak ekspedisi memberi kabar kepada kurir pengirim paket bahwa barang tersebut berisi narkoba. Sehingga paket tidak bisa dilanjutkan pengiriman kepada penerima.

Aris menambahkan, petugas BNNP Jatim kemudian mendapat informasi kalau, pada hari itu Selasa (26/9) akan ada orang (terduga pelaku) yang mengambil paket tersebut di Kantor Expedisi Antariksa sekitar pukul 18.00 WIB. Petugas mencurigai seseorang yang mengendarai mobil Daihatsu Ayla No. Pol. S-1351-EO yang mendekati kantor ekspedisi.

“Setelah paket berisi sabu-sabu diambil, kemudian dilakukan penangkapan dan dimintai keterangan terhadap tersangka ES (45) asal Karang Empat, Surabaya,” tambahanya.

Masih kata Aris, penangkapan tersangka AR dan MUF bermula ketika kedua pria ini melakukan transkasi sabu-sabu seberat 998,8 gram pada Sabtu (23/9). Keduanya diamankan petugas BNNP pada malam hari sekitar pukul 23.45 WIB saat serah terima sabu-sabu di depan Alfamart Jalan Tenggumung Wetan No. 15-23, Kec. Semampir Kota Surabaya.

Kata Aris Purnomo, tersangka AR mengaku kalau narkotika jenis sabu-sabu itu berasal dari seorang bernama B (DPO) yang juga mendapt perintah dari T (DPO) sipaya diserahkan kepada MUF. “Kalau tersangka MUF mengakui bahwa diperintahkan melalui telfon oleh H alias K (DPO) untuk menerima penyerahan narkotika sabu-sabu itu,” jelasnya.

Dalam kasus ini, Aris Purnomo juga mengutarakan kalau peredaran narkoba di Bandara Juanda bukan yang pertama kali. Kasus serupa sudah beberapa kali terjadi, namun selalu digagalkan oleh petugas.

Dalam kesempatan yang sama, Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo Komandan Lanudal Juanda menyebut bahwa Bandara Udara Internasional Juanda telah dilengkapi peralatan X-Ray untuk pengecakan barang.

“Sehingga akan terdeteksi. Jadi jangan coba-coba menyelundupkan barang narkoba. Karena kami memiliki peratalan yang canggih,” ujar Heru Prasetyo.

Sebagai informasi, tersangka ES ini dijerat dalam Pasal 114 Ayat (2) dan/atau Pasal 112 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan tersangka AR dan MUF dijerat Pasal 114 (2) dan/atau Pasal 112 (2) Jo Pasal 132 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (bed.hel).

Tags: