Bojonegoro Bertekat Jadi Lumbung Pangan Nasional

Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (tengah) melakukan panen raya padi bersama para petani Bojonegoro di Desa Gedungarum, Kecamatan Kanor, Rabu (21/1). Panen raya didampingi oleh Bupati Bojonegoro Suyoto, Pangdam V Brawijaya Mayjend  Eko Wiratmoko, Wagub Jatim Drs Saifullah Yusuf, Dirjen Tanaman Pangan Hasil Sembiring.

Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (tengah) melakukan panen raya padi bersama para petani Bojonegoro di Desa Gedungarum, Kecamatan Kanor, Rabu (21/1). Panen raya didampingi oleh Bupati Bojonegoro Suyoto, Pangdam V Brawijaya Mayjend Eko Wiratmoko, Wagub Jatim Drs Saifullah Yusuf, Dirjen Tanaman Pangan Hasil Sembiring.

Bojonegoro, Bhirawa
Target swasembada pangan yang digaungkan Presiden RI Joko Widodo membangkitkan gairah  pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi pangan. Salah satunya Kabupaten Bojonegoro.
Bupati Bojonegoro Suyoto bahkan bertekat membuat daerahnya menjadi lumbung pangan nasional. Ia optimistis hal itu bisa terwujud karena lahan-lahan pertanian di sejumlah kecamatan tak lagi tergenang banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo.  Bojonegoro sudah memasuki masa panen.
Suyoto mengatakan jumlah produksi padi di Bojonegoro pada tahun ini mencapai 856 ribu ton. Jumlah itu melebihi setengahnya dari jumlah konsumsi.  “Orang se-Bojonegoro ini makan nasi kira-kira 450 ribu ton. Berarti, Alhamdulillah kami tahun ini surplus,” kata Suyoto saat menghadiri acara panen raya di Desa Gedungarum, Kecamatan Kanor, Rabu (21/1).
Panen raya ini dihadiri Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Dirjen Kementerian Pertanian Hasil Sembiring, dan Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf dan Pangdam V Brawijaya Mayjend Eko Wiratmoko.
Untuk menjadi lumbung pangan, Suyoto menargetkan Bojonegoro harus bisa memproduksi 1 juta ton padi setiap tahunnya. Ia yakin hal ini bisa tercapai seiring keseriusan pemerintah membangun infrastruktur seperti waduk.
Suyoto semakin yakin Bojonegoro menjadi lumbung pangan karena sejumlah daerah seperti Kecamatan Kanor sudah bisa mengatasi masalah luapan air sungai Bengawan Solo. Pada Januari ini, Kecamatan Kanor mampu menghasilkan panen padi sebanyak 10 ton.
Padahal, kata dia, tahun lalu para petani di Kanor gagal panen akibat lahannya tergenang air. “Jadi sekarang Kanor ini yang tadinya menjadi lembah tangisan karena sering gagal panen, sekarang sudah menjadi lembah senyuman,” ujarnya.
Dia mengatakan ada beberapa faktot yang membuat Kecamatan Kanor berhasil panen. Pertama, karena para petaninya sudah mulai mengerti jenis pupuk yang harus digunakan dan waktu penanamam bibit. Kemudian yang tak kalah penting adalah adanya bantuan dari TNI AD yang sigap memperbaiki tanggul Bengawan Solo sehingga airnya tidak menguap ke sawah saat musim hujan.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Hasil Sembiring berjanji akan terus memfasilitasi para pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi pangan. Misalnya dengan menyediakan tenaga ahli. “Kami selalu siap membantu petani,” ucapnya.
Sedangkan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menginstruksikan jajarannya ikut mengawal pendistribusian pupuk bersubsidi sampai di petani, sebagai usaha mengamankan produksi padi secara nasional dan usaha menjaga swasembada beras.
“Kami minta seluruh jajaran TNI sampai Babinsa ikut mengawal pendistribusian pupuk sampai petani. Kalau ada permasalahan dengan pendistribusian segera melapor, sebab kebutuhan pupuk berpengaruh dengan produksi,” kata Kasad dalam dialog dengan petani usai panen padi .
Lebih lanjut ia menjelaskan, TNI ikut membantu mengamankan produksi tanaman padi secara nasional sebagai usaha menjaga swasembada beras, karena memperoleh perintah langsung dari Presiden Joko Widodo. “Kalau TNI sudah memperoleh perintah dari Presiden, ya harus berhasil. Taruhannya kalau tidak berhasil jabatan saya bisa dicopot,” ucapnya, menegaskan. [bas]

Tags: