Bozem Mangkrak di Jemursari Surabaya, Kini Jadi Tempat Budidaya Perikanan

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi didampingi Direktur PT Matahari Sakti, Teddy Njoto dan Lion Club Surabaya Shining saat melepaskan bibit ikan Nila di bozem di RW 06, Jemursari, Kelurahan Jemurwonosari, Kecamatan Wonocolo Surabaya. (trie diana/bhirawa)

Surabaya, Bhirawa.
Pembudidayaan ikan Nila di bozem Jemursari yang sudah tidak terpakai ini berkat bantuan Corporate Social Responsibility (CSR ) PT Matahari sakti dan Lion Club Surabaya Shining dengan menebarkan benih 7 ribu ikan Nila sesuai permintaan Penggiat Sosial Kelompok Tani (Poktan) Minasari RW 06 Jemursari Surabaya.

“Saya dalam perjalanan ini sebenarnya agak malu, ada perasaan malu dan ada perasaan yang sebenarnya saya sudah memerintahkan seluruh pejabat Pemerintah Kota jangan banyak teori dan banyak cakap untuk selalu cepat berjalan. Salahsatunya adalah seluruh aset pemerintah kota itu bisa dimanfaatkan seperti ini, untuk masyarakat yang hasilnya bisa diterima masyarakat tanpa adanya retribusi, tanpa ada pajak dan tanpa ada sewa dari Pemerintah,” ungkap Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi ketika meresmikan pemberdayaan bozem di RW 06, Jemursari, Kelurahan Jemurwonosari, Kecamatan Wonocolo Surabaya menjadi pembudidayaan ikan Nila, pada Kamis (20/1).

Menurut Eri Cahyadi, hari ini kita diberikan contoh yang sangat luar biasa dari elemen masyarakat Surabaya yang cinta dan sayang betul dengan warga Kota Surabaya dan tanpa banyak bicara bozem yang tidak terpakai diberikan bibit Nila.

“Semoga apa yang dilakukan oleh PT Matahari Sakti dan Lion Club Surabaya Shining bisa menjadi aspirasi bagi seluruh elemen masyarakat yang ada di Surabaya untuk selalu berkolaborasi dan bersama-sama memberikan yang terbaik bagi Kota Surabaya,” tegasnya.

Sementara itu dalam permintaan dari Poktan Minasari untuk melakukan pembudidayaan ikan, sangat direspon oleh PT Matahari Sakti dan Lion Club Surabaya Shining selama hasil pembudidayaan ikan tersebut asalnya dari warga dan nantinya pun bisa diberdayakan juga untuk masyarakat.

“PT Matahari Sakti berkerjasama dengan Lion Club Surabaya Shining menggelar kegiatan bakti sosial dan kami sangat bersyukur di saat seperti ini masih bisa membantu salahsatu satu bozem yang ada di Surabaya ini dengan menebarkan bibit ikan Nila sebanyak 7 ribu ekor sehingga bentuk sosial ekonominya bisa berjalan juga dapat memajukan kondisi masyarakat disini,” terang Direktur PT Matahari Sakti, Teddy Njoto.

Teddy Njoto menambahkan tentunya dengan adanya kegiatan CSR ini juga diharapkan bisa mendukung kemajuan perekonomian pasca Covid-19 di Surabaya dan ini bisa menjadi salahsatu percontohan. “7 ribu ikan Nila ini nantinya bila disaat panen warga sekitar sini bisa menikmati hasilnya, sesuatu yang kita tabur pasti akan kita tuai. Dan pastinya semua ini akan bermanfaat khususnya bagi yang penggelolanya yakni Poktan Minasari,” jelasnya.

Sementara itu dengan adanya kerjasama antara PT Matahari Sakti bersama Lion Club Surabaya Shining yang juga memiliki kegiatan yang bersifat lingkungan benar-benar bisa dimanfaatkan oleh Poktan Minasari. “Kolaborasi yang sangat luar biasa ini diharapkan bisa terjalin dengan baik untuk kedepannya,” tegas Teddy Njoto.

Ketua Penggiat Sosial Kelompok Tani (Poktan) Minasari RW 06 Jemursari Surabaya, Januar Pudjihardjo sangat mengapresiasi PT Matahari Sakti sebagai pabrikan pembuat pakan ikan, udang dan hewan peliharaan yang turut serta membantu memajukan RW 06 Jemursari Surabaya.

“Harapan saya itu dengan dijadikannya bozem menjadi pembudidayaan ikan ini bisa bermanfaat dan masuk dalam program keluarga harapan dengan pemberian sembako bagi masyarakat yang kurang mampu. Nah, dari salahsatu item sembako itu adalah ikan dan bisa diambilkan dari bozem ini,” katanya.

Menurut cerita Januar, pada awalnya bozem tersebut mangkrak dan tidak terurus selama bertahun-tahun. Namun karena ada kepedulian dari warga sekitar yang ingin merawat bozem ini maka disepakati memberdayakan bozem ini supaya bisa bermanfaat juga untuk warga sekitar maupun warga lainnya.

“Awalnya, tidak banyak warga yang terlibat sehingga saya bersama beberapa warga mulai melakukan perawatan, setidaknya bisa enak dipandang ketika pagi hari. Usai kami rawat inilah akhirnya timbul niat untuk lebih memberdayakan bozem tersebut salahsatunya dengan menjalin kerjasama bersama PT Matahari Sakti sebagai pabrikan pembuat pakan ikan, udang dan hewan peliharaan untuk melakukan pembudidayaan ikan di bozem kami,” pungkas Januar. [riq.hel]

Tags: