BPBD Berharap Percepatan Pembangunan Tanggul DAS Gunung Semeru

Sekretaris BPBD Jatim, Erwin Indra Widjaja mewakili Plt Kalasa BPBD Jatim meninjau pembangunan bronjong tanggul DAS Gunung Semeru.

Tinjau Tanggul Jebol Akibat Banjir Lahar Dingin
BPBD Jatim, Bhirawa
Jebolnya tanggul di Daerah Aliran Sungai (DAS) Gunung Semeru direspon cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim. Salah satunya dengan meninjau langsung lokasi jebolnya tanggul.

Peninjauan dilakukan oleh Sekretaris BPBD Jatim, Erwin Indra Widjaja mewakili Plt Kalasa BPBD Jatim pada Rabu (3/3) sore. Didampingi Kalaksa BPBD Kabupaten Lumajang, Indra W Lesmana; Kabid PK BPBD Lumajang, Kasubag Keuangan BPBD Jatim dan Kepala Desa Sumberwuluh Candi Puro, Abdul Aziz.

“Setelah kami lakukan peninjauan, prinsip utamanya yakni butuh penanganan segera. Terutama dalam hal perbaikan tanggul maupun tangkis tersebut,” kata Sekretaris BPBD Jatim, Erwin Indra Widjaja, Kamis (4/3).

Kepada Bhirawa Erwin menjelaskan, kondisi DAS Gunung Semeru terlihat rusak parah. Apalagi DAS ini melintasi wilayah Kajar Kuning, Bondeli, Kampung Renteng dan Kamarkajang Kabupaten Lumajang. Sehingga dapat berimbas pada wilayah-wilayah yang dilalui DAS Gunung Semeru.

Mengantisipasi dampak dari hal tersebut, pihaknya mengaku sudah ada upaya pencegahan yang dilakukan. Diantaranya melakukan rehabilitasi atau perbaikan terhadap tanggul DAS yang rusak akibat tergerus aliran lahar dingin.

“Dari peninjauan yang kami lakukan, memang harus ada perbaikan secara cepat dan tepat. Peninjauan itu sekaligus sebagai bahan kami untuk menaikkan (sampaikan, red) ke Ibu Gubernur agar ada Follow Up nya dan secepatnya ada penanganan,” tegasnya.

Pihaknya juga berharap ada kolaborasi dan koordinasi dengan pengampu kewenangan wilayah setempat. Sehingga rehabilitasi tanggul DAS Gunung Semeru ini bisa secepatnya diperbaiki dan membawa manfaat bagi warga masyarakat setempat.

Jika tidak segera diperbaiki, pihaknya mengkhawatirkan imbas di wilayah sekitarnya. Bahkan dijumpai keruskanan tangkis atau tanggul di Gelasak Perak. Sehingga hanya menyisakan tangkis setinggi kurang lebih 1 meter.

“Kami berharap segera ditangani dengan cepat. Sehingga dampaknya tidak membuat kerusakan pada jembatan Gladak Perak yang menjadi penghubung antara Kabupaten Lumajang – Malang,” harapnya. [bed]

Tags: