BPBD Bersinergi dengan SRPB Jatim dalam Pengurangan Risiko Bencana

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Gatot Soebroto membuka rakor bersama SRPB Jatim pada Sabtu (3/4).

BPBD Jatim, Bhirawa
Penanganan bencana tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah saja. Melainkan menggandeng relawan kebencanaan sebagai salah satu wujud dari upaya pentahelix, yakni bencana merupakan urusan bersama.

Demi mewujudkan kebersamaan itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim. Rakor yang digelar selama dua hari, yakni tanggal 3 dan 4 April ini dilakukan di Hotel Aria Gajayana, Kota Malang. Dan diikuti 100 peserta dari berbagai organisasi sosial mitra SRPB.

Hadir dalam pembukaan rakor, yaitu Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jatim, Gatot Soebroto mewakili Plt Kalaksa BPBD Jatim, Yanuar Rachmadi. Selanjutnya Kasi Pencegahan BPBD Jatim, Dadang Iqwandy seaku Ketua Panitia rakor; Koordinator SRPB Jatim, Dian Harmuningsih dan dewan pembina FPRB yang juga Kasi PK BPBD Kota Batu, Gatot Nugroho.

“Relawan SRPB sangat paham dengan 14 jenis ancaman bencana di Jatim. Ancaman itu dapat diantisipasi dari sisi pengurangan risiko bencananya, sehingga bisa meminimalisir korban dan kerugian saat terjadi bencana,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, Sabtu (3/4).

Gatot menjelaskan, ada dua lembaga besar yang dianggap sebagai satu. Yakni SRPB dan FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana). Dua organisasi ini diharapkan bisa saling bahu-membahu menangani bencana.

“Mengurus rumah besar seperti SRPB Jatim tidak mudah. Sebab itu, diperlukan kekompakan dan harus bisa jalan bersama, serta bersinergi,” ucapnya.

Pihaknya juga berharap agar SRPB Jatim terus meningkatkan kegiatan di luar. Tujuannya agar masyarakat tahu apa itu SRPB Jatim. Sehingga peranan mereka pun dapat diketahui masyarakat, terutama dalam hal kebencanaan.

“Kami menyampaikan terimakasih karena SRPB telah merangkul dan mengajak teman-teman disabilitas. Karena mereka sesungguhnya tidak mau dikasihani, tapi ingin diajak agar bisa ikut berperan dan berpartisipasi dalam pengurangan risiko bencana,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator SRPB Jatim, Dian Harmuningsih meminta anggota SRPB untuk berperan aktif selama rakor berlangsung. Pihaknya berharap agar dari rakor itu nanti bisa dilahirkan ide-ide brilian yang bisa membantu BPBD dalam menjalankan fungsinya dalam penanggulangan bencana.

“Sekarang ini zamannya fitur-fitur baru. Dengan rakor ini, kami berharap ada fitur-fitur baru bisa kita sajikan kepada BPBD untuk mendukung kegiatan kemanusiaan di Jatim,” pungkasnya. [bed]

Tags: