BPBD Bojonegoro Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Bojonegoro, Eko Susanto.

Bojonegoro,Bhirawa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap prakiraan cuaca ekstrim yang terjadi tiga hari kedepan, Cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan dampak berupa bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor yang dapat membahayakan public, serta hujan lebat disertai kilat
Peringatan dini cuaca 3 harian wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Bojonegoro berpotensi hujan intensitas sedang hingga deras disertai petir dan angin kencang. Kondisi itu diperkirakan terjadi selama tiga hari kedepan

Imbauan ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Nadif Ulfia melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, Eko Susanto, kemarin (9/3) ditemui ruang kerjanya.

” Peringatan dini cuaca tiga hari ke depan, durasi tanggal 11 Maret 2021, berpotensi hujan yang disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Bojonegoro,” sebutnya peringatan dini BPBD Kabupaten Bojonegoro yang mengacu informasi dari BMKG.

Namun, akan terjadi hujan petir itu biasanya terjadi di wilayah-wilayah tertentu yaitu di Kecamatan Sukosewu, Balen, Kalitidu, Malo dan sebagian wilayah Tambakrejo.

” Juga, tapi untuk dasarian dua yaitu perkiraan nanti pada bulan Maret ini itu akan selesainya pancaroba pada tanggal 21 Maret,” jelas Eko.

Dirinya juga mengatakan, itu sebelum terjadi pancaroba biasanya memang akan terjadi hujan yang cukup lebat untuk diwaspadai terutama untuk wilayah Selatan Bojonegoro yaitu Sekar, Gondang, Bubulan termasuk Dander, Sukosewu.

Ia juga menjelaskan, sesuai dengan prediksi dari BMKG, puncak musim penghujan akan berlanjut hingga akhir Februari sampai awal Maret 2021. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Menurutnya, bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor seterusnya, masih terjadi sampai April sampai selesainya musim penghujan.

” BMKG juga menyarankan masyarakat lebih mengenali lingkungan dan potensi bencana di tempat tinggalnya. Karena sesungguhnya mitigasi itu selain memahami cuaca kita juga harus memahami tempat tinggal kita terutama daya dukung dan daya tampungnya,” pungkasnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat, apabila hujan turun dengan intensitas tinggi, agar tetap mewaspadai terjadinya banjir bandang maupun luapan bagi wilayah Bojonegoro bagian selatan.[bas]

Tags: