BPBD Bondowoso Siapkan Inovasi Penanganan Tanggap Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat menggelar rapat koordinasi dengan Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat, di kantor BPBD setempat. (Ihsan Kholil/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso pada tahun ini tengah menyiapkan sebuah inovasi dalam penanganan tanggap bencana. Yang mana petugas BPBD selalu siap selama 24 jam dalam seminggu.

BPBD Bondowoso msaat ini emiliki Tim Reaksi Cepat (TRC) yang paling lambat 15 menit petugas sudah berada di lokasi kejadian bila terjadi bencana. Para petugas akan berkoordinasi dengan kepala desa maupun Muspika, sehingga ketika terjadi bencana langsung mengambil tindakan.

Plt. Kalaksa BPBD Bondowoso, Ir. H. Kukuh Triyatmoko menerangkan, akan ada perubahan orientasi kebencanaan yakni dengan Sistem Informasi Perencanaan Daerah (SIPD) yang dimonitor oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Tidak hanya itu, kinerja organisasi juga harus menyesuaikan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Dimana perangkat daerah harus mengacu pada tema perencanaan pembangunan dari tahun ke tahun yang mengalami perubahan.

“Kalau seperti lalu itu kan banyak copy paste. Jadi perencanaan tahun ini sama dengan tahun kemarin,” terangnya saat dikonfirmasi usai rapat koordinasi dengan Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat, di kantor BPBD, Rabu (13/01).

Kukuh menjelaskan, dengan pola tema tersebut, maka harus memiliki inovasi-inovasi di setiap OPD. Sehingga, tahun ini masing-masing OPD harus memiliki inovasi-inovasi dalam pembangunan dalam mencapai visi-misi Bupati.

Selain itu, Kukuh mengaku bahwa BPBD Bondowoso saat ini masih dalam keterbatasan gudang logistik, maka perlu diinovasikan Gudang Maya. Gudang tersebut untuk menyimpan barang yang tersebar di beberapa tempat.

“Gudang kami terbatatas. Sehingga banyak barang yang kadaluarsa sehingga harus diadakan penghapusan,” kata Kukuh. [san]

Tags: