BPBD Imbau Warga Pantai Sine Tulungagung Tinggalkan Tempat Pengungsian

Suroto

Akibat Panik Isu Datangnya Tsunami
Tulungagung, Bhirawa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung meminta seluruh warga Pantai Sine Kecamatan Kalidawir yang mengungsi di tempat pengungsian sementara untuk kembali ke rumahnya masing-masing pasca isu bakal terjadinya tsunami pada Rabu (7/10) malam.

Kepala BPBD Kabupaten Tulungagung, Suroto, Kamis (8/10), mengungkapkan sejak pukul 19.00 WIB sampai 21.00 WIB sudah ada imbauan pada warga untuk pulang kembali ke rumahnya masing-masing. “Hari ini semua warga sudah pulang ke rumah masing-masing. Di tempat pengungsian sementara hanya tiga jam saja mereka,” katanya.

Menurut dia, isu tsunami semalam pertama kali muncul setelah seorang nelayan menginformasikan pada warga tentang surutnya air laut. Namun tidak disebutkan secara pasti surutnya seberapa meter jaraknya dari bibir pantai.

Informasi ini membuat warga pesisir selatan Kabupaten Tulungagung itu panik dan ketakutan. Mereka kemudian secara beramai-ramai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

“Peristiwa semacam ini sudah yang ketiga kalinya dilakukan warga Pantai Sine. Dulu tahun 2008, kemudian saat terjadi peningkatan suhu di Benua Australia dan sekarang tadi malam itu,” paparnya.

Suroto memastikan gelombang pasang tsunami tidak terjadi di Pantai Sine. Apalagi pada waktu itu tidak terjadi gempa bumi. Kalau pun terjadi gempa bumi, yang berpotensi timbulnya tsunami adalah gempa bumi yang berkekuatan 6 skala richter (SR) ke atas.

Anggota TNI ikut menenangkan warga Pantai Sine untuk kembali ke rumah masing-masing, Rabu (7/10) malam.

“Bencana tsunami akan muncul juga ketika air laut tiba-tiba surut secara signifikan dan ditandai pula banyak hewan yang berlarian ke tempat yang lebih tinggi. Namun itu tidak terjadi di Pantai Sidem semalam,” paparnya lagi.

Namun demikian, lanjut dia, kesiap-siagaan warga Pantai Sine dalam menghadapi bencana tsunami perlu mendapat apresiasi. “Adanya isu tsunami positifnya membangun kesiap-siagaan masyarakat dan bisa dikata sebagai edukasi dan latihan,” tuturnya.

Mantan Kepala Satpol PP Kabupaten Tulungagung ini pun tak menampik jika kesiap-siagaan warga Pantai Sine juga dipicu adanya informasi mengenai hasil penelitian dan riset dari Institut Teknologi Bandung (ITB) beberapa waktu lalu mengenai gempa megathrust yang dapat mengakibatkan gelombang tinggi mencapai 20 meter di wilayah pesisir selatan Jawa. “Warga otomatis reflek dan mengaitkan dengan informasi itu juga. Namun, itu kan baru potensi. Kejadiannya kapan belum bisa diprediksi,” ucapnya.

Sebelumnya, isu bakal terjadinya bencana tsunami dibenarkan oleh Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro. Dia mengatakan, warga Pantai Sine telah mendengar infomasi bahwa air laut mulai surut sejak pukul 18.00 WIB.

“Sedari sore sudah ada kesimpang-siuran informasi air laut surut. Puncaknya sekitar pukul 19.00 WIB malam warga memilih untuk mengungsi,”bebernya. (wed)

Tags: