BPBD Jatim Fokuskan Penurunan IRB dan Penanganan Kebencanaan

Dukung Wujudkan Jatim Bangkit 2021
BPBD Jatim, Bhirawa
Mengawali tahun 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim berkomitem dalam menurunkan Indek Resiko Bencana (IRB) dan penanganan kebencanaan di Jatim. Komitmen ini merupakan bentuk dukungan BPBD Jatim terhadap visi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mewujudkan Jatim Bangkit 2021.

Komitmen itu disampaikan Sekretaris BPBD Jatim, Erwin Indra Widjaja mewakili Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Yanuar Rachmadi dalam apel jajaran, Senin (4/1) di Kantor BPBD Jatim. Erwin mengatakan, 2021 ini BPBD Jatim mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 68,7 miliar. Anggaran tersebut akan dioptimalkan dalam setiap unit kerja atau bidang-bidang yang ada di BPBD Jatim.

“BPBD Jatim turut mendukung visi Gubernur Jatim mewujudkan Jatim Bangkit 2021. Untuk itu tahun ini ada tiga program prioritas yang dilakukan BPBD Jatim,” kata Sekretaris BPBD Jatim, Erwin Indra Widjaja selaku pimpinan apel.

Tiga program prioritas itu, sambung Erwin, yang pertama adalah menurunkan Indeks Resiko Bencana (IRB) di Jatim. Kedua, penanganan darurat bencana dan yang ketiga adalah percepatan pemulihan pasca bencana, plus 11 kegiatan prioritas BPBD Jatim.

“Seluruh pegawai BPBD Jatim diharapkan melakukan optimalisasi anggaran. Serta melakukan inovasi, khususnya dalam pelayanan kebencanaan guna mendukung visi Gubernur Jatim, yakni Jatim Bangkit 2021,” pintanya.

Di tengah pandemi Covid-19, pihaknya juga mengingatkan agar semua pegawai BPBD menjaga kondisi tubuh dengan mengatur jam kerja dan waktu istirahat. Serta terus melakukan pola hidup sehat, seperti rajin berolahraga dan menjaga pola makan. Sehingga tugas-tugas yang menjadi priortias dapat diemban dengan baik.

Ditambahkannya, saat kegiatan padat seperti ini, seluruh jajaran BPBD Jatim diimbau untuk tetap menaati protokol kesehatan. Dan tetap menjaga kesehatan serta mengatur waktu istirahat. Sebab, kurangnya waktu istirahat juga berpengaruh terhadap kondisi imun tubuh.

“Segenap karyawan BPBD diimbau untuk meningkatkan imunitas, iman dan terus menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Sebab, tugas penanganan bencana sangat berisiko tertular,” harapnya.

Erwin juga meminta jajaran BPBD Jatim untuk memperkaya ilmu pengetahuan dan pemahaman akan Covid-19. Dengan harapan mencegah penularan Covid-19, sehingga turut serta dalam program Pemerintah dan demi keselamatan diri sendiri dan orang lain.

“Jajaran BPBD Jatim juga perlu memperkaya pengetahuan dan pemahaman akan Covid-19. Hal itu tak terkecuali mulai dari preventif, self kuratif hingga dampak sosial ekonominya. Intinya tetap taati protokol kesehatan dan tetap jaga kesehatan,” pungkasnya. [bed]

Tags: