BPBD Jatim Gandeng Instansi Terkait dalam Pencegahan Karhutla

Rakor pencegahan dan kesiapsiagaan dalam penanganan karhutla, Jumat (14/8). Ist

BPBD Jatim, Bhirawa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim berupaya melakukan pencegahan dan kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Salah satunya melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Bencana Karhutla yang digelar di Hotel Aston, Sidoarjo, Jumat (14/8).
Rakor ini dihadiri oleh BPBD Kabupaten/Kota. Instansi terkait, seperti Dinas Kehutanan Prov. Jatim, Perhutani Divre Jatim, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dinas Lingkungan Hidup, Balai Besar Taman Nasional (BBTN) Baluran, BBTN Bromo Tengger Semeru, Balai Tahura R. Soerjo, Masyarakat Peduli Api, dan Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Suban Wahyudiono mengatakan, rakor ini tindak lanjut arahan Gubernur Jatim terkait kejadian Karhutla yang mulai muncul di Jawa Timur.
“Kami berharap BPBD Kabupaten/Kota bersama semua elemen dan instansi terkait bisa menyamakan persepsi untuk selanjutnya meningkatkan koordinasi secara terencana, terpadu dan terintegrasi dalam rangka pencegahan karhutla di Jatim,” kata Suban.
Suban menjelaskan perbandingan angka kejadian bencana di Jatim tahun 2019 dan tahun ini. Kejadian bencana di Jatim tahun lalu sebanyak 459 kasus di tujuh area pegunungan dan 143 titip api. Mayoritasnya kejadian itu didominasi bencana angin puting beliung, banjir dan kebakaran hutan/lahan. Tahun ini hingga pertengahan Agustus kejadian bencana tercatat sebanyak 173 kasus yang didominasi bencana banjir, angin kencang dan karhutla.
“Kami berharap agar jumlah kejadian bencana itu tahun ini bisa diminimalisir dengan cara memaksimalkan upaya pencegahan secara terencana dan terintegrasi antarsemua elemen dengan melibatkan unsur pentahelix,” jelasnya.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Gatot Soebroto di akhir laporannya menyampaikan pesan kewaspadaan Kepala BNPB Letjend TNI Doni Monardo terkait Covid-19. “Pesan beliau agar kita mensosialisasikan 3M sebagai langkah pencegahan penularan Covid-19. Yakni, Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan Menjaga jarak,” ujarnya.
Sementara, dalam rakor tersebut juga dilangsungkan penyampaian materi tentang upaya pencegahan karhutla dari tiga instansi terkait, yakni, Dinas Kehutanan Jatim (Toat Tridjono, Kabid Konservasi Sumber daya Hutan & Ekosistem), Perhutani Divre Jatim (Miswanto) dan BMKG (Teguh Tri Susanto, Kasie Data & informasi).
Selain itu, di akhir acara juga dilangsungkan penyerahan bantuan masker sebanyak 8000 pcs kepada relawan Masyarakat Peduli Api, dan sejumlah relawan lain yang hadir untuk didistribusikan kepada anggota mereka di daerah masing-masing. [bed]

Tags: