BPBD Jatim Kuatkan Peran Penyandang Disabilitas dalam Mitigasi Bencana

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Gatot Soebroto bersama Kasi Pencegahan BPBD Jatim, Dadang Iqwandy memberikan cinderamata kepada penyandang disabilitas.

BPBD Jatim, Bhirawa
Penyadang disabilitas tak jarang dipandang sebelah mata oleh beberapa orang. Bahkan tak jarang juga keberadaan mereka seakan-akan tidak diperhitungkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pandangan tersebut coba dipatahkan oleh Badan Penanunggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim. Ditangan BPBD Jatim, penyandang disabilitas seperti tunadaksa dibentuk memiliki jiwa yang tangguh dalam upaya mitigasi bencana. Terutama kesiapsiagaan dalam mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi di Jawa Timur.

Melaluli Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana bagi komunitas penyandang tuna daksa yang digelar pada 27-28 November 2020. BPBD Jatim menggandeng berbagai organisasi penyandang tuna daksa se Jatim.

“Bencana itu urusan bersama. Tidak bisa hanya ditangani oleh Pemerintah saja. Untuk itu, kami ingin dengan kegiatan ini ada keterlibatan dari komunitas (tunadaksa, red) teman-teman sekalian dalam upaya kesiapsiagaan bencana di Jatim,” ucap Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Gatot Soebroto mewakili Plt Kalaksa BPBD Jatim, Yanuar Rachmadi.

Dijelaskan Gatot, ada 13 jenis bencana yang berpotensi terjadi di Jatim. Yaitu berupa bencana alam maupun non alam. Pelatihan kesiapsiagaan bencana ini sangat penting. Mengingat saat terjadi bencana,ketangguhan individu dan orang terdekat menjadi faktor penyelamat terbesar.

“Berdasar hasil survei di Jepang, saat terjadi bencana, faktor yang mampu menyelamatkan korban adalah kesiapsiagaan diri sendiri 34,9 persen, keluarga 31,9 persen, teman atau tetangga 28,1 persen, orang lewat 2,6 persen, regu penolong 1,7 persen, lain-lain 0,9 persen. Artinya, 94,9 persen keselamatan diri saat bencana disebabkan karena faktor diri sendiri dan orang terdekat,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan ini, pihaknya berharap bisa memberikan ilmu bagi teman-teman disabilitas. Khususnya dalam bidang mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Sehingga ilmu yang didapat dalam pelatihan ini bisa ditularkan ke teman-teman lainnya.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hasilnya dapat diterapkan oleh para peserta, terutama dalam mitigasi bencana,” harapnya. Rakor yang digelar di Hotel Harris Surabaya ini dihadiri oleh Kasi Pencegahan BPBD Jatim, Dadang Iqwandy selaku Ketua Panitia pelaksana; Ketua DMI Jatim, Abdul Syukur; Ketua DPD Gerkatin Jatim, Maskurun Yuyun dan sejumlah narasumber.

Serta Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HDWI), Disabilitas Motorcycle Indonesia (DMI), Persatuan Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK), Organisasi Disabilitas Tuban (Orbit), dan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Jatim. [bed]

Tags: