BPBD Kabupaten Nganjuk Droping Air di Tiga Desa

Petugas BPBD Nganjuk melakukan droping air bersih di Desa Ngepung Kecamatan Lengkong yang mengalami krisis air bersih.

Nganjuk, Bhirawa
Kekeringan mulai memuncak dan krisis air bersih sudah mulai dirasakan oleh warga daerah pinggiran di Kabupaten Nganjuk. Setidaknya warga Desa Ngepung Kecamatan Lengkong, Desa Oro-oro Ombo Kecamatan Ngetos dan Desa Pule Kecamatan Jatikalen sudah kehabisan sumber mata air.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk mulai mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga di daerah mengalami kekeringan. “Jumlah Desa yang meminta bantuan air bersih yang masuk ke BPBD dan sudah direalisasi baru tiga Desa di tiga Kecamatan itu. Dan dimungkinkan jumlah Desa yang akan meminta bantuan air bersih di wilayah kekeringan kami perkirakan masih akan terus bertambah,” kata Kepala BPBD Kabupaten Nganjuk, Soekojono,

Soekojono mengatakan, setidaknya hingga saat ini sudah ada tiga Desa yang telah meminta bantuan air bersih. Hal itu berdasarkan dari surat permintaan bantuan air bersih dari pemerintah desa yang diterima BPBD Kabupaten Nganjuk. “Di Desa Ngepung Kecamatan Lengkong, BPBD Nganjuk droping air bersih untuk memenuhi kebutuhan 858 warga saat memasuki puncak musim kemarau tahun ini,” terang Soekonjono.

Dijelaskan Soekojono, untuk satu Desa di wilayah kekeringan yang membutuhkan bantuan air bersih telah dilakukan pendistribusian masing-masing sebanyak empat truk tangki air bersih, dimana satu tangki isi 20 ribu liter di Desa Ngepung dan Desa Oro-oro Ombo. Sedangkan untuk Desa Pule didistribusikan satu truk tangki air bersih untuk satu dusun saja.

“Pendistribusian bantuan air bersih yang kami lakukan selalu disesuaikan dengan kebutuhan warga Desa sehingga tidak terjadi over distribusi dan mekanisme pendistribusian air bersih juga mengikuti protokol kesehatan pencegahan covid-19,” ucap Soekojono.

Memang, diakui Soekojono, dalam musim kemarau sekarang ini kekeringan mulai dirasakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Nganjuk sejak bulan September lalu. Hal itu seiring dengan terjadinya penurunan debit air di sumber mata air dan sumber air sumur warga. Kondisi tersebut sudah dilakukan antisipasi dan pemetaan dengan mempersiapkan armada truk tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada warga di wilayah kekeringan.

“Dan ketika ada surat permintaan bantuan air bersih dari wilayah kekeringan maka tim BPBD sudah langsung melakukan pendistribusian air bersih kepada warga. Langkah cepat ini bisa dilakukan BPBD Nganjuk seiring dengan kesiapan dan persiapan yang dilakukan,” pungkas Soekojono.[ris]

Tags: