BPBD Lakukan Sterilisasi Pegawai Pemerintah Kota Probolinggo

Hari pertama masuk BPBD lakukan stirilisasi pemkot Probolinggo.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Pemkot Probolinggo, Bhirawa
BPBD dibantu Pol PP dan Diskominfo mengawali tugas dinas di hari pertama tahun 2021, melakukan yang pertama adalah pengecekan suhu tubuh pada seluruh karyawan/karyawati yang masuk kantor pemkot, Senin (4/1 ) di pintu masuk sebelah timur kantor pemkot, Jalan Panglima Sudirman Nomor 19 itu.

Pagi itu suasana hujan gerimis mengguyur selama berlangsung. Namun tim BPBD tetap melakukan tugas dengan sigap. Kali ini, petugas BPBD terbagi dalam tiga kelompok.

Tim pertama dan kedua mereka memperbaiki di pintu masuk sebelah barat dan timur kantor pemkot. Tim ketiga, mereka berada di bilik disinfektan depan kantor eks Humas, belakang kantor pemkot.

Ketiga tim BPBD ini melakukan cek suhu tubuh, penyemprotan pada bagian larangan kendaraan dan meneteskan hand sanitizer di tangan sejumlah pegawai yang masuk ke kantor pemkot.

Sejauh pantauan kami di lapangan, para pegawai pemkot memberikan respon yang bagus terutama dalam penerapan prokes, yakni memakai masker. Masih menurut Gito-sapaan akrabnya, giat itu dilakukan dalam upaya meminimialisir dan mencegah COVID 19, apalagi usai liburan.

Selain itu, BPBD juga melakukan penyemprotan pada titik-titik kantor yang lain. “Cuma hari ini kami awali di kantor pemkot (Bagian Pemerintahan dan Bagian Pembangunan). Setelah itu kami lakukan penyemprotan disinfektan di Kantor Pol PP dan Kantor Bakesbangpol, ” hal ini diungkapkan Sugito Prasetyo Kalaksa BPBD kota Probolinggo.

Tidak hanya itu, tugas BPBD adalah melakukan sterilisasi baik di daerah terpapar, perkantoran, fasum maupun fasilitas-fasilitas masyarakat lainnya, misalnya tempat peribadatan.

Sehingga BPBD bekerja sama dengan tim penegakan disiplin kerja dari Satpol PP, Bakesbangpol dan instansi terkait. Apabila BPBD menemukan pelanggar prokes, maka BPBD akan bekerja sama dengan Satpol PP agar dilakukan penindakan sesuai dengan aturan yang berlaku, jelasnya.

“Hal ini kami tunjukkan pada masyarakat, bahwa pada tahun 2021 ini kita masih dalam kondisi pandemi. Dengan kami melakukan kegiatan ini, Pemkot khususnya BPBD tetap melaksanakan dan menunjukkan kepada masyarakat untuk terus mengedukasi pandemi masih ada dan kita semua tidak boleh lengah,” terang Gito.

Kendati demikian, Gito berharap masyarakat tidak menganggap sudah melewati tahun 2020 dan memasuki tahun 2021 bebas dari pandemi. Giat pagi itu juga diisi dengan bagi-bagi masker sebanyak 400 buah, diberikan kepada masyarakat pengguna jalan yang melintas di depan kantor Wali Kota Probolinggo, tandasnya.

Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin, mengungkapkan bahwa masyarakat sudah disiplin mematuhi imbauan dari pemerintah. “Kami melihat di lapangan tentang aturan di malam pergantian tahun baru hingga saat ini untuk tidak keluar rumah dengan bergerombol lewat pukul 20.00 WIB, cukup di rumah saja karena pandemi. Masyarakat sudah disiplin mentaati imbauan, mudah-mudahan bisa menurunkan Covid 19 di area Kota Probolinggo,” kata wali kota.

Operasi yustisi semalam berhasil mengamankan 6 orang masyarakat yang melanggar protokol kesehatan (prokes). Mereka langsung di rapid antigen dan hasilnya non reaktif.

“Kami memantau di sejumlah titik-titik, termasuk di kelurahan dan kecamatan untuk mengantisipasi aktivitas masyarakat yang keluar rumah. Kami juga menyediakan rapid tes antigen hingga pukul 01.00. Untuk sementara (hingga pukul 22.00), di Wonoasih ada 2 orang yang di tes, di Kanigaran ada sekitar 7 dan semua hasilnya non reaktif. Tentunya, kami akan menunggu info terus,” jelas Habib Hadi.

AKBP RM Jauhari menambahkan, pihaknya bersama dandim dan wali kota sudah menyiapkan pos pelayanan dan keamanan, penyekatan masuk Kota Probolinggo, pos keramaian, patroli berskala besar, penyemprotan disinfektan, imbauan keputusan bersama dari Provinsi Jawa Timur atau wali kota hingga operasi di sejumlah titik.

“Patroli dilakukan terus menerus. untuk operasi tadi, hasilnya masyarakat sudah mentaati aturan, wilayah sudah mulai sepi, warung toko jam 8 malam sudah tutup. Kami berharap sampai seterusnya masyarakat patuh prokes di masa pandemi ini,” ujar kapolresta.

Sementara itu, Dandim Letkol Inf Imam Wibowo menyatakan, penegakan disiplin melalui patroli pengamanan yang dilakukan agar masyarakat tertib dan paham.

“Bahwa kami (Kodim) bersama Pak Wali dan melaksanakan tugas demi keselamatan masyarakat Kota Probolinggo. Semoga masyarakat sadar dan ambil esensi penting yaitu prokes,” tegas dandim.

“Alhamdulillah sepertinya masyarakat sudah memahami dan mematuhi imbauan dari pemerintah. Karena beberapa titik kerumunan yang kita datangi, semuanya sepi. Tidak ada masyarakat yang keluar rumah. Jam (22.00) sepi sekali,” tambah Wali Kota Habib Hadi. [wap]

Tags: