BPBD Provinsi Jawa Timur Kenalkan Tenpina dan Mosipena pada Komisi C DPRD Jatim

Kunjungan anggota Komisi C DPRD Jatim ke BPBD Jatim, Kamis (23/6).

BPBD Jatim, Bhirawa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mendapat kunjungan dari Komisi C DPRD Jatim, Kamis (23/6). Rombongan dipimpin oleh anggota Komisi C DPRD Jatim, Muh. Khulaim Junaidi ini disambut oleh Kalaksa BPBD Jatim, Budi Santosa.

Bertempat Ruang Tangguh, Kantor BPBD Jawa Timur, turut mendampingi Kalaksa BPBD Jatim yakni Sekretaris BPBD Jatim, Suharlina Kusumawardani; Kabid PK BPBD Jatim, Andhika N. Sudigda; Kabid KL BPBD Jatim, Sriyono dan Tenaga Ahli Bambang Munarto. Kunjungan Komisi C DPRD Jatim ini dalam rangka Optimalisasi Pengelolaan Asset Penanggulangan Bencana di Tengah Pandemi.

Kalaksa BPBD Jatim, Budi Santosa mengatakan perlunya pergeseran dari penanganan responsif ke preventif. BPBD memiliki beberapa program pra bencana untuk mendukung preventif. Diantaranya adalah Desa Tangguh Bencana, Pemasangan EWS dan SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana) yang selain menyasar sekolah juga menggandeng pondok pesantren.

“BPBD Jawa Timur juga mempunyai 2 (dua) inovasi penanggulangan bencana. Yaitu Tenpina atau Tenda Pendidikan Bencana dan Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana atau Mosipena,” jelas Kalaksa.

Tak hanya itu, sambung Budi, ke depan nanti pihaknya akan membuka Wisata Edukasi Penanggulangan Bencana. Lokasinya berada di area tempat Tenpina berdiri. Bahkan, sambung Budi, Tenpinda maupun Mosipena BPBD Jatim ini menarik perhatian masyarakat, diantaranya seperti siswa siswi KB-TK dan PAUD yang sering berkunjungn dan tertarik akan inovasi edukasi kebencanaan milik BPBD Jatim.

“Kedepan kami akan membuka Wisata Edukasi Penanggulangan Bencana yang bertempat di area Tenpina. Sebab pembelajaran bencana yang dikemas melalui Wisata Edukasi Penanggulangan Bencana ini akan sangat efektif,” ungkapnya.

Sementara itu, Muh. Khulaim Junaidi mengapresiasi paparan inovasi penanggulangan bencana yang dimiliki BPBD Jatim. Pihaknya juga menyampaikan jangan sampai aset BPBD bagus dalam sertifikasi tetapi kurang dalam pemanfaatannya.

“Inovasi penanggulangan bencana yang dihadirkan BPBD Jatim ini sangat bagus sekali. Utamanya dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya bencana dan bagaimana cara penanggulangan bencananya,” ucapnya.

Pihaknya menambahkan jika BPBD merupakan pelaksana tugas kemanusiaan. Sehingga diharapkan anggaran BPBD sangat cukup. “Kami berharap anggaran BPBD Jatim sangat cuku. Sehingga ketika bencana terjadi tidak menjadi permasalahan karena kurangnya anggaran,” pungkasnya. [bed.bb]

Tags: