BPBD SIAP SIAGA Berkoordinasi dengan OPD dalam Menurunkan IRB

Koordinasi BPBD Jatim, SIAP SIAGA dan OPD terkait dalam upaya penanggulangan bencana, Rabu (31/3).

BPBD Jatim, Bhirawa
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim berupaya menurunkan skor Indeks Risiko Bencana (IRB) di Jatim. Upaya penurunan IRB ini terus dilakukan dengan kerjasama berbagai macam pihak, terutama dengan OPD terkait dalam penanggulangan bencana.

Koordinasi BPBD Jatim dilakukan juga dengan Lembaga Penguatan Kemitraan Australia – Indonesia (Strengthening Indonesia Australia Partnership) untuk Penanggulangan Risiko Bencana (SIAP SIAGA). Upaya penanggulangan bencana ini dilakukan dengan rapat koordinasi di Kantor BPBD Jatim, Rabu (31/3).

“Kegiatan yang diinisiasi SIAP SIAGA ini untuk membantu meringankan tugas tugas BPBD Jatim dalam mencukupi IKU (Indikator Kinerja Utama) Jatim. Terutama dalam menurunkan Indeks Risiko Bencana (IRB) Jatim,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jatim, Gatot Soebroto.

Dijelaskannya, BPBD Jatim mencoba berkolaborasi dengan OPD OPD terkait dan relawan-relawan yang ada di Jatim. Khususnya untuk mempercepat pembentukan Destana (Desa/Kelurahan Tangguh Bencana). Serta sosialisasi terhadap potensi ancaman bencana di wilayah.

Sebab, sambung Gatot, kemampuan Pemerintah ada batasnya. Sehingga keterlibatan dari relawan atau dukungan dari OPD OPD terkait sangat penting untuk mensinkronkan kinerja ataupun program kerja masing-masin.

“Bencana merupakan urusan bersama dan harus dilakukan secara pentahelix. Terutama koordinasi instansi maupun OPD terkait dalam mendukung pengurangan risiko bencana,” tegasnya.

Sementara itu, Area Koordinator Program SIAP SIAGA Jatim, Juanita Cristina Theodora menambahkan, koordinasi ini sekaligus bertujuan untuk observasi dari pelaksanaan program ketangguhan komunitas terhadap bencana di Jatim.

Kemudian menyusun roadmap (peta jalan) dan rencana aksi yang memberikan rekomendasi terkait strategi pelaksanaan program ketangguhan komunitas terhadap bencana di Jatim.

“Terakhir untuk mengumpulkan saran dan masukan dari pemangku kepentingan di Jatim. Terutama untuk pengembangan konsep ketangguhan komunitas berbasis kesejahteraan,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan ini diantaranya, BAPPEDA Jatim, Dinsos Jatim, Dinkes Jatim. Kemudian relawan, yakni FPRB Jatim, SRPB Jatim, LPBNU Jatim dan Perwakos Surabaya. [bed]

Tags: