BPBD Situbondo -Polres Gelar Simulasi Bencana

6-KAKI awi-simulasiSitubondo, Bhirawa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, menggelar  apel siaga bencana, siang kemarin. Apel siaga bencana di halaman Mapolres Situbondo, melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, serta sejumlah Dinas terkait lainnya.
Apel siaga ini dilakukan, mengingat Kabupaten Situbondo menjadi salah satu daerah rawan bencana di Jawa Timur. Apel siaga bencana juga dilanjutkan dengan beberapa simulasi penyelamatan. Petugas gabungan melakukan simulasi penyelamatan korban longsor, korban banjir dan korban tenggelam. Setelah berhasil menyelamatkan korban, petugas kemudian mengevakuasi ke mobil ambulance.
Aksi cepat penanganan bencana ini, tidak hanya saat proses evakuasi korban,  melainkan dilanjutkan dengan pendirian tenda darurat, dan proses  recoverry lokasi bencana.
Menurut Bupati Dadang Wigiarto, apel siaga bencana ini dilakukan, karena Situbondo merupakan salah satu daerah rawan bencana di Jawa Timur. “Setidaknya dengan kesigapan Badan Penanggulangan Bencana, akan mengurangi resiko jatuhnya korban jiwa,” tegas Bupati Dadang.
Bupati menambahkan, saat ini Pemkab mengangarkan dana bencana alam sekitar 4 miliar rupiah lebih. Dana tersebut dapat dipergunakan selama emergency atau masa tanggap darurat.
Data yang diterima Bhirawa menyebutkan, saat ini ada ratusan kepala keluarga dihantui bencana longsor. Masing-masing warga yang tinggal di perbukitan Dusun Gunung Kidul, Desa Mojodungkol, Kecamatan Suboh. Awal 2014 silam 298 Kepala keluarga di tempat ini sempat diungsikan, karena tanah tempat tinggal mereka sudah retak sepanjang 45 meter.
Sesuai  rekomendasi Kementrian ESDM bidang Geologi, sebanyak 298 KK warga Dusun Gunung Kidul harus direlokasi, mengingat kondisi tanahnya mudah retak. Kondisi tanah yang terdiri dari bebatuan telah terjadi pelapukan sehingga menjadi lempung.
Lokasi rawan longsor lainnya yaitu di perbukitan Dusun Andung, Desa Taman, Kecamatan Sumbermalang. “Kawasan yang dihuni 6 Kepala Keluarga itu juga sudah retak sepanjang 25 meter dengan kedalaman mencapai 80 centimeter,” ujar Kepala BPBD Kab Situbondo, Zainul Arifin.
Ancaman longsor serupa terjadi di  Dusun Jeruk, Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng. Sebanyak 20  Kepala Keluarga di tempat dihantui longsor,  karena tanahnya sudah retak sepanjang  35 meter dengan kedalaman 75 cm. [awi]

Keterangan Foto : Suasana pelaksanaan simulasi penanganan bencana di halaman Polres Situbondo. [sawawi/bhirawa].

Tags: