BPBD Tingkatkan Kapasitas Pengolah Data Kebencanaan Pusdalops PB se-Jatim

Rapat koordinasi Pusdalops PB se-Jawa Timur yang digelar oleh BPBD Jatim.

BPBD Jatim, Bhirawa.
Mengantisipasi bencana hidrometeorologi, BPBD Jatim berupaya mengurangi dampak ancaman yang bisa terjadi kapanpun. Hal itu dilakukan dengan menggelar rapat koordinasi (rakor) Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada Selasa (28/11) hingga Rabu (29/11) di Madiun ini dibuka langsung oleh Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto. Turut mendampingi Sekretaris BPBD Jatim, Andhika N Sudigda dan Sub Koordinator Sub Substansi Kedaruratan, Heru Wibowo. Kemudian pejabat struktural BPBD Kabupaten/Kota, pemateri diantaranya dari BMKG Kelas I Juanda dan Siap Siaga.

“Harapannya kegiatan ini dapat mendorong penguatan kapasitas Pusdalops PB se-Jawa Timur. Khususnya dalam mendukung ketangguhan Kabupaten maupun Kota dalam menghadapi bencana,” kata Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto dalam amanatnya.

Dijelaskan Gatot, guna mendukung dan fungsi sesuai dengan Peraturan Kepala BNPB Nomor 15 Tahun 2012. Sehingga perlu adanya suatu wadah untuk pembelajaran bersama dalam meningkatkan kapasitas dan penguatan Pusdalops PB Kabupaten/Kota di Jatim. Dan menjalankan fungsi sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.

“Pusdalops PB tingkat Provinsi sampai dengan Kabupaten/Kota harus mampu mengelola data dan infosmasi dengan prinsip cepat dan tepat, akurat, koordinatif, kooperatif, transparansi dan akuntabel,” tegasnya.

Sementara itu, Heru Wibowo mewakili Kabid Kedaruratan & Logistik BPBD Jatim menambahkan, data Pusdalops BPBD Jatim periode Januari-Oktober 2023 telah terjadi 89 kejadian bencana di wilayah Jatim. Dan mengakibatkan 5 orang meninggal, 7 orang luka-luka. Serta berdampak pada 2.982 unit rumah rusak dan 39.810 KK terdampak.

Dalam rangka mengurangi dampak ancaman yang bisa terjadi kapanpun, sambung Heru, perlu upaya meningkatkan pengolahan data dan validasi data. Baik dalam kecepatan dan penyajian informasi data saat terjadi bencana hingga fase pemulihan atau rehabilitasi dan rekontruksi. Juga sebagai data mitigasi dalam fase pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di wilayah Jatim.

“Kegiatan ini guna mewujudkan kesamaan persepsi dalam pengolahan informasi bencana. Serta peningkatan kemampuan SDM Pusdalops PB se-Jatim dalam melakukan pengumpulan dan penyusunan informasi bencana,” pungkasnya. [Bed.gat]

Tags: