BPJAMSOSTEK Karimunjawa Lakukan Pembayaran Klaim Rp360 Miliar

Surabaya, Bhirawa
BPJAMSOSTEK Cabang Surabaya Karimunjawa melakukan pembayaran klaim peserta sebesar Rp 360 miliar. Total pembayaran klaim tersebut dari empat program periode Januari hingga November 2020.
Adapun pembayaran klaim tersebut meliputi program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Pensiun (JP).
“Per-bulan november total pembayaran klaim yang telah dibayarkan BPJAMSOSTEK Surabaya Karimunjawa tembus Rp360 miliar,” kata Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Surabaya Karimunjawa, Muhyidin, Senin (28/12).
Muhyidin menjelaskan, terdapat 18.190 pengajuan klaim JHT dengan total nilai klaim sebesar Rp324 miliar. Kemudian sebanyak 223 ahli waris mengajukan klaim JKM dengan total sebesar Rp8,3 miliar.
Lalu ada 3.008 peserta JKK yang mengajukan klaim dengan total yang dibayar sebesar Rp 23,4miliar dan ada 3.439 peserta JP yang mengajukan klaim sebesar Rp4,1 miliar.
“Saat pandemi COVID-19 ini terjadi peningkatan cukup signifikan pengajuan Jaminan Hari Tua (JHT). Ini lantaran banyaknya karyawan atau pegawai yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK),” ujarnya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Karimunjawa Surabaya, Muhyidin mengatakan,ada 3 program yang dijalankan sejak pandemi di antaranya Lapak Asik yakni Layanan Tanpa Kontak Fisik.
“Untuk peserta yang akan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) tidak perlu ke kantor, cukup melalui online bisa terlayani. Seperti apa prosesnya, jadi prosesnya dari rumah, ambil antrian online. Semua data di-upload dan akan kita verifikasi melalui video call,” katanya.
Ketika ada kendala atau susah melakukan online, program kedua yakni Layanan Lapak Asik onsite atau langsung datang. Protokol kesehatan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan juga tetap patuhi protokol kesehatan.
Pertama masuk akan dilayani security, seperti cek suhu tubuh, penggunaan masker dan anjuran jaga jarak.
Kemudia ketika menyerahkan berkas misalnya, berkas streilisasi dengan box UV Sterilisasi. Dan saat akan berhadapan dengan Customer Service jaraknya jauh.
“Mereka tidak langsung tatap muka, tetapi dengan video conference. Jadi, peserta bisa duduk dan menjelaskan keperluannya melalui video tersebut,” jelasnya.
Ketiga adalah Layanan Kolektif. Ini dilakukan HRD saja sebagai perwakilan bagi perusahaan yang melakukan PHK massal. Perkerja tidak perlu antri sendiri. “Jadi, setelah data terverifikasi, kemudia dilakukan video call dan kita bayarkan klaimnya. Proses simpel sekali,” paparnya.
Ia berpesan pada seluruh pemberi kerja untuk mendaftarkan pekerjanya, apalagi di bulan ini bisa berkesempatan mendapatkan releksasi iuran. Mereka juga tidak perlu khawatir dengan keadaan di masa pandemi ini. Selain tetap mengikuti prokes, juga mempermudah peserta dengan adanya program secara online tersebut.
“Saya pikir pandemi ini kita bisa kreatif dan layanan lebih simpel. Kami juga berusaha memberikan pelayanan terbaik pada peserta hingga saat ini,” pungkasnya. [geh]

Tags: