BPJAMSOSTEK Tanam 10 Ribu Bibit Mangrove di Surabaya

Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jawa Timur, Deny Yusyulian (tengah) bersama perwakilan 36 kantor cabang, di Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya.

Surabaya, Bhirawa
BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Kantor Wilayah Jawa Timur bersama 36 kantor cabang se Jawa Timur, menggelar Employee Voluntering berupa penamanan 10.000 bibit mangrove di Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya Jawa Timur, Senin (8/8).

Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jawa Timur, Deny Yusyulian mengatakan Employee Voluntering Tahun 2022 bertema “go green”, segenap karyawan dan karyawati berpartisipasi dalam gerakan moral program donasi sukarela, sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Employee Volunteering ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang dilaksanakan oleh karyawan BPJS Ketenagakerjaan. Bentuk kegiatan tiap tahunnya berbeda beda, namun memiliki tujuan pengabdian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar,” katanya disela-sela penanaman Mangrove di Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya.

Bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, kegiatan ini melibatkan seluruh karyawan se Jawa Timur untuk mendukung pelestarian ekosistem di Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya sekaligus memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 77.

“Dengan melakukan penanaman bibit mangrove di Ekowisata kelak harapannya bibit tersebut bisa tumbuh, bermanfaat dan memiliki nilai tambah untuk peningkatan potensi ekonomi masyarakat lokal maupun tempat ikon wisata yang dimiliki kota Surabaya,” terangnya.

Menurut Deny, tanaman mangrove dapat memberikan peningkatan kualitas hidup masyarakat, antara lain meningkatnya estetika, spiritual, dan nilai-nilai lain yang berkaitan dengan kesejahteraan.

“Jika mangrove tumbuh besar maka ikan dan kepiting serta biota lainnya ikut tumbuh, sehinga ekonomi masyarakat juga ikut terkerek. Dan itu akan dinikmati oleh masyarakat sekitar, khususnya nelayan setempat,” kata dia.

Deny yakin jika perekonomian masyarakat, khususnya nelayan sudah baik maka kesadaran akan pentingnya perlindungan sosial juga tumbuh.

Ia menyebut, di Jawa Timur ada 3 sektor usaha yang memiliki potensi luar biasa dan masih belum tergarap maksimal. Diantaranya sektor pertanian, hutan dan perikanan. Berdasarkan data BPS, jumlahnya mencapai 1,7 juta pekerja.

“Itu segmen yang paling banyak dan akan kita dorong. Melalui kegiatan menanam mangrove ini, harapannya masyarakat tahu sehingga mereka bisa menjadi peserta BPJamsostek ketika mereka sudah memiliki kemampuan membayar iuran bulanan,” ucapnya.

“Karena manfaat dari BPJamsostek sangat besar. Hanya dengan menabung mulai Rp.36.800, peserta sudah mendapat manfaat kecelakaan kerja, manfaat kematian dan ada beasiswa buat dua orang anak,” lanjutnya.

Employee Voluntering Go Green BPJAMSOSTEK ini juga mendukung program Go Green Pemerintah dan juga mendukung ketersediaan oksigen.

Deny berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa peduli para karyawan BPJAMSOSTEK dan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Sehingga para karyawan tidak hanya melakukan kewajibannya kepada instansi tetapi juga bisa memberikan kewajibannya kepada masyarakat sekitar. (geh.gat)

Tags: