BPNT Pusat Mulai Disalurkan pada 5.288 KPM

Penyaluran BPNT di Kota Madiun tahun 2021 tahap pertama sudah dimulai disalurkan. Penyaluran bantuan duit yang dibelanjakan bahan pangan itu sudah dimulai sejak, Senin-Kamis (11-14) mendatang. Tampak seorang Ibu menerima pembagian penyaluran bantuan. [sudarno/bhirawa]

Kota Madiun, Bhirawa
Kota madiun mulai menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap pertama. Penyaluran bantuan duit yang dibelanjakan bahan pangan itu sudah dimulai sejak, Senin-Kamis (11-14) mendatang . Pembagian penyaluran penting mengingat tengah dalam masa pandemi Covid-19.

”Penyaluran tetap sesuai dengan agen dan e-warong dengan pembatasan maksimal 50 orang sehari. Tapi penyaluran sampai Kamis (14/1) mendatang,” kata Kepla Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Madiun, Heri Suwartono dan Koordinator Daerah Program Sembako Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Madiun, Wahyu Sulistyono, Rabu (13/1).

Dikataknnya, bahan pangan yang didapat bisa berbeda. Namun, wajib memenuhi unsur karbohidrat, protein, dan vitamin kecuali gula dan minyak karena berkaitan dengan diabetes dan kolesterol.

Heri Suwartono menjelaskan untuk pencairan kali ini hanya sejumlah 5.288 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jumlah tersebut menurun dari penerima tahun lalu yang mencapai 7.661 penerima. Pengurangan ini karena KPM yang dimaksud sudah dianggap mampu.

Dijelaskan pula bahwa penyaluran BPNT dari pusat di Kota Madiun 2021 ini sebanyak 5.266 KPM masing-masing menerima Rp200 ribu/KPM yang harus dibelanjakan sembako (karbohidrat, protein mineral, vitamin). Sedang penerimaan BPNT 2021 turun, selain sudah dianggap mampu juga karena ada pemadannan NIK antara Kemensos dengan Dukcapil Kemendagri.

“Semua itu, karena ini berangkat dari pemerintah pusat. Untuk data penerima juga dari sana. Artinya, mereka yang telah dianggap mampu ini data juga dari sana (pusat.red). Demkian halnya, sebagian ada yang tidak direalisasikan, mungkin orangnya tidak ada di alamat, bahkan meninggal dunia dan lain sebagainya,” tegas Heri Suwartono memperjelas.

Meski demikian lanjutnya, KPM yang tergeser dari program BPNT pusat tidak perlu khawatir. Pemerintah Kota Madiun sudah mengusulkan mereka dalam program Bantuan Sosial Terpadu (BST). Untuk diketahui bersama, BPNT program reguler yang memang sudah ada sebelum Covid-19.

“Hanya bedanya kalau BPNT harus dibelanjakan sembako. Sedangkan BST berupa uang. Kenapa seperti itu, semuanya sudah dari pusat. Kami hanya melaksanakannya,”jelasnya.

Sedangkan BST merupakan bantuan pangan dampak covid-19. Keduanya Itu, BPNT dan BST bantuan dari pemerintah pusat. Namun dalam hal ini, Pemkot Madiun juga memiliki program BPNT daerah. Tak heran, jumlah penerima BST cukup besar. Mencapai 10 ribu lebih penerima

Tetapi, untuk penyairannya masih dalam proses. Diharapkan masyarakat untuk bersabar sejenak. “Pada prinsipnya, penyaluran bantuan diinstruksikan untuk dipercepat. Pastinya, jenis bantuan yang lain juga akan segera disalurkan,” pungkas Heri Suwartono. [dar]

Tags: