BPS dan Pemkot Malang Gelar Rakor Satu Data Kependudukan Indonesia

Wali Kota Malang Sutiaji

Kota Malang, Bhirawa
Koordinasi Satu Data Kependudukan Indonesia, Senin 10/2 ke,arin, dihadiri oleh Walikota Malang Drs. H. Sutiaji, Wakil Kota Malang Ir.H. Sofyan Edi Jarwoko, Sekda Kota Malang Drs. Wasto, SH, MH, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Drs. Sunaryo, M.Si, forpimda dan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Malang .
Rakor ini membahas pelaksanaan Sensus Penduduk (SP) 2020 yang akan digelar bersamaan dengan 54 negara lain secara serentak. Beberapa negara yang akan menggelar SP bersamaan dengan Indonesia adalah Amerika Serikat, China, Jepang, Singapura, dan Malaysia. Sensus penduduk ini pertama kali digelar pada tahun 1961, dan tahun 2020 ini merupakan sensus penduduk yang ke tujuh kalinya.
Dalam sambutannya Wali Kota Malang Sutiaji menekankan kejujuran saat melakukan pengisian dalam SP 2020 ini. “Kejujuran informan penting, jangan sampai orang mengaku bahwa ini sensus, kebiasaan kita adalah tidak jujur. Karena database ini menjadi parameter yang sering saya sampaikan bahasa premis, minor dan mayor ketika kita salah, tidak akurat maka jangan harapkan konklusinya akan benar”, ujar Pak Aji.
“Karena jujur ketika online, maka akan menekan cost/pembiayaan dari BPS dan itu adalah uang rakyat, itu yang pertama. Yang kedua, kalau pakai online harapan kami akan lebih gampang, tidak harus bertemu antara petugas cacah dengan penduduk ”, tegas Sutiaji
Selanjutnya, Kepala BPS Kota Malang Sunaryo menyampaikan terimakasih atas dukungan dan komitmen Walikota Malang terhadap Sensus Penduduk 2020. “Adapun dua tujuan utama sensus penduduk tahun 2020 yaitu yang pertama menyediakan data, jumlah, komposisi, distribusi dan karakter menuju satu data kependudukan Indonesia. Yang kedua menyediakan parameter demografi dan proyeksi penduduk serta karakteristik penduduk lainnya untuk keperluan proyeksi penduduk dan indikator SDGs” ujarnya.
Data hasil sensus penduduk tahun 2020 ini tidak hanya bermanfaat sekarang namun juga untuk mengantisipasi apa yang terjadi di Indonesia dimasa yang akan datang. Inovasi dalam sensus penduduk 2020 ini akan menggunakan metode kombinasi dan Multimode Data Collection.
Sensus penduduk online akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari sampai dengan 31 Maret 2020 dengan mengakses website sensus.bps.go.id, Selanjutnya masyarakat yang belum mengikuti sensus penduduk online akan didatangi petugas sensus pada bulan Juli 2020. “Dalam waktu dekat, awal pelaksanaan sensus penduduk online akan diselenggarakan rapat koordinasi di tingkat kecamatan dngan mengundang camat dan masyarakat yang memiliki peran dalam penggalian informasi. Mengingat bahwa untuk mencapai keberhasilan sensus penduduk online tentu harus memberikan data yang jujur dan benar sehingga kita perlu berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pemerintah” pungkas Sunaryo. [mut]

Tags: