BPSDM Jatim Ajak Peserta PKN II Visitasi Kepemimpinan

Kepala BPSDM Jatim Aris Agung Paewai diterima Kepala BPSDM Jabar Hery Antasari saat melaksanakan Visitasi Kepemimpinan Nasional peserta PKN II ankatan XXIV di Gedung Sate.

Gali Pendekatan Sosial Kultural Pencapaian SDG’s di Jabar
Pemprov, Bhirawa
Berbagai tahapan pembelajaran dilalui Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIV Tahun 2022 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim. Salah satunya ialah Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) dengan tujuan Provinsi Jawa Barat.
Visitasi ini dilaksanakan selama lima hari 26-30 September 2022 oleh 70 peserta yang didampingi oleh 15 orang Pejabat Struktural dan fungsional BPSDM Jatim. Dalam kesempatan itu, peserta VKN diterima langsung oleh Kepala BPSDM Provinsi Jabar Dr Hery Antasari digedung Sate Jabar.
Kepala BPSDM Jatim Aries Agung Paewai menjelaskan, 70 peserta PKN II angkatan XXIV tahun 2022 ini merupakan pejabat Eselon II di Lingkungan Pemerintah Pusat/ Provinsi/ Kabupaten/ Kota di Indonesia. Selama empat bulan menjalani proses pelatihan sejak Agustus sampai Desember mendatang, peserta PKN akan melalui berbagai tahapan pembelajaran.
Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Nomor: 2 Tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan PKN Tingkat II ada empat tahapan pembelajaran. Salah satu agenda pembelajaran yaitu Aktualisasi Kepemimpinan Strategis dengan melaksanakan kegiatan VKN. Di Jatim, VKN dikhususkan mengusung tema ‘Kebijakan Strategis Pendekatan Sosial Kultural Dalam Percepatan Pencapaian SDGs’.
Dalam kesempatan tersebut, Aries secara langsung memimpin rombongan VKN ini. Dijelaskannya, VKN merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh rangkaian kegiatan pelatihan kepemimpinan nasional tingkat II yang diselenggarakan BPSDM Jatim.
“Melalui tahapan ini peserta diharapkan mampu melakukan aktualisasi kepemimpinan strategis dengan merumuskan strategi pengembangan potensi lokal, baik secara Angkatan, kelompok maupun individu,” ujar Aries.
Adapun lokus atau objek yang dikunjungi antara lain Bappeda Provinsi Jabar, Pemerintah Kabupaten Bandung, Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Kota Cimahi, dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Jabar Hery Antasari menyambut gembira dan bahagia karena mendapatkan kunjungan dari Jatim. Ini menjadi kehormatan karena Jatim merupakan provinsi peringkat pertama lembaga pelatihan terbaik tingkat nasional selama dua tahun berturut-turut. Sehingga, banyak ilmu yang bisa dibagi bersama peserta visitasi PKN Tk. II dan para pejabat dari BPSDM Jatim.
Hery Anttasi juga menjelaskan berbagai perkembangan di Provinsi Jabar saat ini dan kolaborasi yang dibangun dengan kabupaten dan kota di Jabar. Upaya tersebut dilakukan untuk akselerasi pembangunan berkelanjutan di Jabar khususnya pengembangan SDM berbasis SDGs.
Sementara itu, Ketua Kelompok peserta PKN II Angkatan XXIV Moh Ali Kuncoro menuturkan, visitasi ini menjadi bagian integral dari seluruh proses pembelajaran di PKN tingkat II dengan melihat dan mengamati atau melihat keunggulan inovasi di lokus-lokus yang dituju di Jawa Barat
“Secara leadership atau manajemen bisa jadi ada perbedaan. Namun, dengan bisa melihat dari sisi ilmu organisasi dan mengolah organisasi ada benang merah yang diambil dalam visitasi seperti strategi pengembangan organisasi,” jelasnya.
Ali meyakini bahwa, ada hal-hal tertentu yang bisa diadopsi oleh peserta PKN terkait leadership (kepemimpinan), managemen strategis yang akan menjadi laporan visitasi. Selain itu, juga diharapkan bisa diterapkan setelah kembali ke tempat kerja masing-masing.
“Dari sisi kemanfaatan saat VKN, diharapkan bisa diambil peserta untuk nantinya ketika kembali ke instansinya masing-masing. Misalnya bisa studi tiru inovasi yang dimiliki pada lokus yang dituju. Selain itu, bisa diterapkan ataupun ada yang berhubungan dengan tupoksi, bisa diambil dari sisi manajemen organisasinya dan seperti apa pola leadership-nya dan sebagainya,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, salah satu Pembimbing Siswo Heru Toto mengatakan, menerapkan inovasi yang merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk memperkaya wawasan dan pemikiran, serta dalam penyusunan tugas individual peserta berupa proyek perubahan di masing-masing tingkatan.
“Lewat VKN ini, dapat memberikan pembelajaran pengalaman terkait inovasi yang telah dilakukan di lokus. Peserta PKN bisa mendapatkan berbagai referensi yang bisa diterapkan bagi kemajuan instansi masing-masing,” pungkas Heru Toto. [tam.wwn]

Tags: