BPSDM Jatim Susun Pedoman Teknis CorpU, Segerakan Implementasi Semua OPD

Kepala BPSDM Jatim Aries Agung Paewai saat membuka Workshop Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Jatim CorpU, Kamis (18/08/2022).

Pemprov Jatim, Bhirawa.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim terus berupaya menyempurnakan formulasi Corporate University (CorpU) Jatim berbasis Tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Tujuannya, agar segera diimplementasikan di seluruh jajaran OPD di lingkungan Pemprov Jatim.

Penyempurnaan format tersebut dilakukan dengan penyusunan Pedoman Pelaksanaan Jatim CorpU. Kepala BPSDM Jatim Aries Agung Paewai mengatakan implementasi CorpU Jatim ini sesuai dengan Pergub Jatim Nomor 59 Tahun 2021 tentang sistem pembelajaran terintegrasi CorpU dalam pengembangan kompetensi ASN.

CorpU Jatim ini senantiasa mendapatkan perhatian serius dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa disetiap arahannya. Maka, BPSDM Jatim terus berupaya menyempurnakan format agar dapat segera terimplementasi secara luas di Pemprov Jatim.

”Setiap saat dan setiap waktu jika kegaiatan berkaitan dengan ASN, isi arahan ibu Gubernur selalu berisi terkait CorpU,” ujar Aries saat membuka Workshop Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Jatim CorpU, Kamis (18/08/2022).

Karena itu, lanjut Aries, semua OPD di Jatim diharapkan bisa melakukan kolaborasi untuk menjalankan CorpU. Hal ini cukup beralasan, lantaran penyelanggaraan CorpU dimaksudkan untuk memenuhi capaian organisasi agar selaraskan dengan target kinerja, renstra dan RPJMD.

Kehadiran CorpU juga dibutuhkan untuk identifikasi dan pemetaan profil kebutuhan kompetensi individu. Kemudian, jenis dan jalur pengembangan kompetensi harus lebih bervariasi dengan pola yang fleksibel.

“Dengan adanya kolaborasi antar OPD dan stakeholder, di harapkan dapat menyelenggarakan pelatihan secara terintegrasi melalui knowledge management system dan learning management system untuk mewujudkan misi Jatim Smart Governance 2025,” ujar Aries.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN Lembaga Administrasi Negara LAN) RI Dr Muhammad Taufiq, DEA. Dalam sambutannya ia menyampaikan, lembaga pendidikan dan pelatihan harus didukung untuk melakukan pembenahan secara besar-besaran.

Pengembangan kompetensi wajib bagi setiap PNS dilakukan paling sedikit 20 jam pelajaran dalam 1 tahun. Pengembangan kompetensi ini dilaksanakan melalui pendekatan sistem pembelajaran terintegrasi (CorpU) sesuai sesuai Pasal 203, PP 17/2020 Perubahan PP 11/2017 tentang Manajemen PNS.

“Desain ASN CorpU sebagai model pengembangan kompetensi era new normal ini akan menjadi kunci sukses ASN untuk adaptif hadapi perubahan. Karena ASN dapat belajar dimana saja dan kapan saja tanpa mengganggu tugas-tugas inti ASN,” jelas Taufik.

Lebih lanjut Taufik menjelaskan, konsep ASN CorpU merupakan metode pembelajaran ASN yang memadukan pendekatan klasikal dan non klasikal di tempat kerja. ”Pada kegiatan ini kita ingin mengetahui metode pelatihan yang paling cocok untuk pelatihan yang akan kita rancang dalam pengembangan kompetensi ASN setiap OPD di Jatim,” ujar Taufik.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan overview kebijakan Corpu di Lingkungan pemerintah daerah, diskusi kelompok untuk menggali informasi dan Pemetaan kompetensi ASN dari 20 OPD Jatim yang hadir, dan sharing session.

Dalam sharing session tersebut disepakati bahwa pada tahun 2023 akan diadakan Jatim Human Capital Achievement Award yaitu pemberian penghargaan kepada OPD dalam pengembangan kompetensi yang mendukung pembangunan dan pelayanan publik Jawa Timur. (tam.hel).

Tags: