BST Mampu Dorong Swadaya Masyarakat

Wabup Madiun, Drs. Iswanto, M.Si tengah mengecek pelaksanaan pasar murah di lokasi BST di Desa Bener Kecamatan Saradan Minggu 920/4). [sudarno/bhirawa]

Wabup Madiun, Drs. Iswanto, M.Si tengah mengecek pelaksanaan pasar murah di lokasi BST di Desa Bener Kecamatan Saradan Minggu 920/4). [sudarno/bhirawa]

[Bupati Serahkan Bantuan ke Gakin]
Kab Madiun, Bhirawa
Kegiatan Bhakti Sosial Terpadu (BST) merupakan agenda rutin yang diselenggarakan Pemkab. Madiun sejak tahun 2000, BST pada putran yang ke 109 tahun 2014 ini bertempat di Desa Bener Kec. Saradan. Sebagaimana biasa kegiatan yang diselenggarkan selama 2 hari berturut-turut (Sabtu dan Minggu 19, 20 April 2014) di desa ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat sekaligus mencari informasi, kritik, saran dan masukan dari warga masyarakat demi kemajun pembanguna]an Kab. Madiun. Tidak kalah pentingnya kegiatan BST ini juga untuk mendorong masyarakat mengumpulkan swadaya dalam melaksanakan pembangunan.
Berbagai kegiatan yang diselenggarakan yakni olah raga bola volley, sarasehan, mengunjungi/membantu warga kurang mampu, kerja bhakti pengaspalan jalan, pelayanan administrasi (KTP, KK, Akte Kelahiran, SKCK Kepolisian, Kartu Pencari Kerja, SIUP dll), Pendaftaran KTI keluar negeri, Transmigrasi, Pelayanan Sertifikat, Pelayanan Kredit UMKM, Pemeriksaan kesehatan ternak, PelayananPongobatan Gratis, Keluarga Berencana, Donor Darah, Pendaftran BPJS Kesehatan, Pasar Murah,norlaisasisaluran irigasi pertanian dll.
Pada kesempatan sarasehan antara Pemkab. Madiun dengan masyarakat Desa. Benner, Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos menginformasikan, mengelola APBD Kabupaten Madiun tidak jauh berbeda dengan mengelola keuangan rumah tangga kita. Kemampuan anggaran berapa dan digunakan untuk apa saja.
Dijelaskan bahwa APBD Kabupaten Madiun tahun 2014 ini sebesar 1,5 Trilyun Rupiah. Anggaran dimaksud digunakan untuk belanja Pegawai sebesar 62 persen (Rp800 milyar) dan sisanya 38 % (Rp500 milyar) digunakan untuk belanja pemabangunan.
Jumlah anggaran pembangunan yang hanya Rp500 milyar itu kalau saja digunakan untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak di Kab. Madiun tidak cukup. Sehingga untuk melaksanakan pembangunan dibuatkan skala prioritas.
Untuk itu Bupati Muhtarom menghimbau masyarakat Kab. Madiun agar mau mengerti dan memahami kondisi keuangan Kabupaten Madiun. Masyarakat boleh saja mengajukan proposal untuk perbaikan insfrastruktur jalan, tetapi masyarakat juga harus berswadaya  untuk mendapatkan material pendukungnya. Sedangkan Pemkab. Madiun akan membantu aspal yang disesuaikan kebutuhannya.
Diinformasikan pula, saat ini Pemkab Madiun juga sedang membangun kantor pusat pemerintahan di Mejayan yang juga menyedot anggaran cukup besar, diharapkan pertengahan tahun 2014 ini pembangunannya dapat selesai dan dapat digunakan, dan masyarakat Kab. Madiun yang tinggal diwilayah utara tidak jauh-jauh lagi untuk mengurus surat-surat.
Terkait dengan bidang pertanian disampaikan oleh Bupati  Muhtarom,  Bidang Pertanian di Kab. Madiun mengalami kemajuan yang luar biasa. Kab. Madiun memberikan kontribusi yang cukup beraati bagi Pemerintah karena hasil produksi padi di Kab. Madiun yang selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada saat ini hasil padi kita mengalami over produksi hingga 230.000 ton setara beras. Hal ini menjadikan Kab. Madiun sebagai lumbung pangan Jawa Timur bagian barat dan juga sebgi kabupaten penyangga stok pangan nasional.
“Ya, karena potensi yang cukup besar ini, dihimbau agar petani Kab. Madiun juga mempunyai wawasan bisnis. Jangan menjual seluruh hasil panen pada saat panen raya, kaena dipastikan harga saat itu turun. Keringkan dan simpan beberpa saat menunggu saat harga gabah naik untuk dijual. Sedangkan untuk menggarap kembali sawahnya petani bisa memanfaatkan kredit pertanian yang suku bunganya cukup terjangkau dntidak memeratkan petani,” ungkap bupatu Muhtarom menyarankan. [dar]

Rate this article!
Tags: