Budayakan Protokol Kesehatan, Kota Madiun Tambah Marka Physical Distancing

Wali Kota Madiun, Maidi (tengah), Ketua TP PPK Kota Madiun Yuni Setyawati (paling kiri) dan Kapolres Madiun Kota AKBP Raden Bobby Aria Prakasa (paling kanan) tampak ikut mengecat marka physical distancing di Perempatan Tugu tengah Kota Madiun, Jumat siang (17/7).(sudarno/bhirawa)

Kota Madiun, Bhirawa
Pemkot Madiun bersama Forkopimda mengadakan pengecatan Marka Physical Distancing di Kota Madiun. Marka untuk jaga jarak kendaraan saat berhenti di traffic light itu diresmikan Wali Kota Madiun Maidi bersama Forpimda, Jumat (17/7). Diharapkan hadirnya marka tersebut menjadikan protokol kesehatan semakin membudaya di masyarakat.
‘’Baik dari maupun dalam kota harus berjaga jarak di semua simpang jalan. Tidak boleh bergerombol,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi saat meninjau pembuatan marka physical distancing di traffic light pos polisi Tugu. Kesempatan itu, Wali Kota, Wakil Wali Kota Ketua TP PKK Nkota Madiun dan Forkopimda ikut melakukan pengecatan marka phisical distancing tersebut.
Wali Kota Maidi berharap masyarakat semakin terbiasa dengan pola-pola adaptasi kenormalan baru. Artinya, terbiasa dengan protokol kesehatan. Pakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan jaga jarak menjadi budaya baru di masyarakat. Karenanya, ornamen pendukungnya bakal terus ditambah. Termasuk marka physical distancing tersebut. ‘’Ini sebagai permulaannya. Nanti akan kita teruskan di tiap simpang jalan,’’ungkapnya.
Wali Kota menargBudayakan Protokol Kesehatan, Kota Madiun Tambah Marka Physical Distancingetkan pembuatan marka dalam satu sampai dua minggu ke depan. Pengerjaan sengaja dilakukan malam hari agar tidak mengganggu lalu lintas kendaraan. Wali Kota menambahkan berbagai upaya terus dilakukan agar masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Hal itu penting untuk memutus rantai penularan Covid-19. ‘’Pemerintah sudah berupaya, masyarakat juga harus tertib dan disiplin. Mari kita saling mengingatkan. Kalau yang tidak tertib langsung diingatkan,’’pintanya.
Hal itu juga berlaku dalam penerapan marka physical distancing. Pengendara diharap saling mengingatkan jika ada yang melanggar. Sanksi sosial tersebut dinilai lebih efektif agar penerapan protokol kesehatan semakin optimal. ‘’Protokol kesehatan harus jadi budaya kita. Ini butuh partisipasi kita bersama. Mari saling mengingatkan kalau ada yang melanggar,”tegas Wali Kota.(dar)