Buktikan Tangguh Bencana, Warga Kota Batu Mampu Jaga Produksi Susu

Dibantu petugas gabungan, para Peternak Dusun Brau terlihat mengevakuasi sapi- sapinya ke lokasi yang aman dari ancaman tanah longsor.(Anas Bahtiar/ Bhirawa)

Kota Batu, Bhirawa.
Warga Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji Kota Batu telah mampu membuktikan diri sebagai dusun tangguh bencana. Di tengah tekanan pandemi Covid-19, warga dusun ini yang mayoritas menjadi peternak sapi perah mampu menjaga stabilitas produksi susu guna memenuhi permintaan pasar.

Diketahui, selama masa pandemi Covid-19, permintaan kiriman susu dari peternak Dusun Brau tak mengalami penurunan. “Permintaan susu Brau selama pandemi tetap stabil. Hal ini menjadi semangat bagi warga di Dusun Brau yang 98 persen warganya beternak sapi perah,” ujar Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri, Muhammad Munir, Minggu (7/2).

Ia menjelaskan, setiap hari warga Brau bisa mengirim 5000 liter susu ke PT Indolakto. Selain itu dalam seminggu sekali merea juga mengirim 5000 liter ke Bali. Semua susu tersebut dihasilkan dari para sapi perah yang ada di Dusun Brau yang saat ini jumlahnya sudah mencapai sekitar 700 ekor.

Ditambahkan Munir bahwa warga Brau mayoritas berprofesi sebagai peternak sapi perah. Dan sebagian kecil saja yang berpofesi sebagai buruh tani. Bahkan jumlah populasi sapi di sana jauh lebih banyak dari jumlah warga. “Dari data sekitar 700 ekor sapi perah yang ada, jumlah pemilik/ pengelolanya hanya sekitar 400 orang saja,” tambah Munir.

Saat ini rata-rata warga/ peternak memiliki 5-10 sapi. Dan dari satu ekor sapi dalam sehari bisa menghasilkan 10 liter susu dengan harga setoran Rp 5.500 per liternya. Dengan perhitungan tersebut maka pendapatan kotor satu peternak dalam sebulan adalah Rp 1,65 juta.

Adapun untuk keuntungan bersih tiap bulan bila merawat satu ekor sapi sekitar Rp 750 ribuan. “Kalau untuk rata-rata warga memiliki minimal dua hingga lima ekor sapi dan produksi susu perekor bisa mencapai 12 hingga 20 liter pendapatan cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi hampir anggota keluarga kut terjun membantu maka satu keluarga ini bisa dibilang sebagai home industri,” jelas Munir.

Diketahui, saat ini peternak sapi Dusun Brau yang tergabung menjadi anggota koperasi ada sebanyak 170 orang. Dan hampir semua anggota koperasi yang tergabung, perekonomian masyarakatnya sangat sejahtera semua.

Dalam kondisi saat ini dimana Dusun Brau kerap diterjang musibah tanah longsor membuat tugas dan tanggung jawab Peternak Brau menjadi lebih berat. Selain harus menjaga kebutuhan pakan ternak aar tetap berkualitas, mereka juga dituntut untuk menjadi ternak- ternaknya agar luput dari ancaman longsor.

Latar belakang ini menjadi alasan bagi warga Dusun Brau yang sempat menolak dievakuasi saat longsor mulai menerjang pada awal pekan lalu. Namun saat ini warga mulai mau dievakuasi dengan catatan ternak- ternak mereka sudah terlebih dahulu dievakuasi di lokasi yang aman.[nas]

Tags: