Bulog Bondowoso Jamin Stok Beras Aman Hingga 15 Bulan

Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH saat meninjau stock beras di gudang Bulog Klatakan. Kasub Bulog Arjun Ansor Siregar memberikan penjelasan dihadapan Bupati. [sawawi]

Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH saat meninjau stock beras di gudang Bulog Klatakan. Kasub Bulog Arjun Ansor Siregar memberikan penjelasan dihadapan Bupati. [sawawi]

Situbondo, Bhirawa  
Perum Bulog Bondowoso yang mewilayahi Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Bondowoso memberikan jaminan kalau stok beras aman hingga 15 bulan kedepan. Saat ini ada 17 ribu ton beras tersimpang di Gudang Situbondo.
Menurut Kasub Bulog Arjun Ansor Siregar menuturkan, stock beras saat ini di Gudang Situbondo berkisar 17.000 ton sehingga memberikan kecukupan stok ketahanan pangan selama 15 bulan. Selain itu, sambung Arjun, penyaluran raskin bisa nampak bagi ketersedian beras dimasyarakat, sehingga Pemkab Situbondo akan efektif dalam mengantisipasi kenaikan harga.
“Dalam perjalanannya Situbondo bisa menopang pasokan beras ke daerah lain di luar Prov Jatim, termasuk dikirim ke Bali, Indonesia Timur, Kalimatan dan Sumatera. Praktis dengan demikian produksi yang ada di Situbondo sangat cukup dan aman untuk menopang kebutuhan beras bagi daerah defisit,” pungkasnya.
Perum Bulog Bondowoso yang mewilayahi Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Bondowoso, punya cara unik dalam menunjukkan kualitas beras miskin (raskin) masih layak dikonsumsi masyarakat umum. Seluruh karyawan berikut Kepala Sub Bulog, Arjun Ansor Siregar, mengajak Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH, Sekda Syaifullah dan sejumlah pimpinan SKPD makan bersama hasil masakan beras miskin, di Kantor Gudang Bulog Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo, pada Selasa (24/6) pagi kemarin.
Bupati Dadang dan Arjun melakukan peninjauan gudang yang dipenuhi ribuan ton beras miskin jatah masyarakat Situbondo dan sekitarnya. Tak jarang Dadang menanyakan proses pengepakan, pengiriman dan penimbangan beras.
Selesai melakukan peninjauan di Gudang, Arjun mengajak Bupati Dadang dan rombongan mencicipi nasi hasil dari masakan beras raskin. Ternyata, setelah dimakan, kualitas beras miskin tidak semiring yang dituduhkan sebagian besar masyarakat umum. Disamping lemas juga berwarna putih bersih, layaknya beras medium yang dikonsumsi masyarakat menengah ke atas. “Ternyata rasa nasinya tidak apek kok. Ini lemas dan enak dikonsumsi,” celetuk salah satu pejabat Pemkab Situbondo.
Usai menyantap nasi beras miskin, Bupati Dadang dan rombongan pejabat serta pimpinan Sub Bulog melakukan pemantauan sembako (beras, terigu, minyak goreng dan gula). di Pasar Mimbaan Panji, Situbondo. “Kami memfokuskan pemantauan sembako termasuk program bantuan Pemprov dibidang pengendalian harga kebutuhan pokok, sehingga harga terimage dengan benar dan dapat mengendalikan inflasi dengan baik,” ujar Dadang. [awi]

Tags: