Bulog Jatim Berharap Gubernur Perpanjang OPBOA

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Surabaya, Bhirawa
Bulog Jatim berharap Gubernur Jatim agar memperpanang Operasi Pasar Bantuan Ongkos Angkut (OPBOA), karena program yang digelar dari 18-31 Desember 2014 itu sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Menurut Kabulog Jatim Witono program OPBOA merupakan satu satunya di Indonesia dan memberikan  manfaat yang sangat jelas bagi masyarakat,”Makanya perlu diperpanjang sampai Januarilah,” harapnya saat ditemui di ruanganya, Selasa (30/12).
Dengan adanya program program yang berharga seperti itu maka Jatim akan lebih stabil khususnya saat menghadapi imbas kenaikan harga BBM serta dalam menghadapi natal dan tahun baru.
Lebih lanjut, Witono mengatakan, kondisi beras khususnya di Jatim bisa dikatakan aman sampai 12 bulan ke depan dengan kisaran stok  sebesar 495,280.000 ton, berangkat dari  limpahan beras sebesar itu, Bulog Jatim masih bisa menyalurkan ke NTT, Maluku dan Aceh.”Makanya nmasyarakat tidak usah khawatir, tenang tenang saja untuk memperingati hari  natal dan tahun baru,” kata Witono didampingi Kahumas Julia Rachmawati .
Berkat operasi pasar (OP) yang digelar seperti OP beras pemerintah, OP bantuan ongkos angkut, OP khusus cadangan beras pemerintah, dengan difokuskan khusus beras maka relatif harga di Jatim aman, seraya disebutkan harga beras jenis IM 64 premium/kg dari Rp6.600 menjadi Rp 97.880.
Harga ini lanjutnya, adalah pada Minggu ke 4 Desember 2014 dengan rata rata di pasar Surabaya meliputiti pasar Tamb akrejo, Wonokromo, Ketintang dan Rungkut. Harga beras Bengawan Rp9.061, Bengawan 1 Rp 97.681.
Pada kesempatan tersebut Kabulog  minta, agar Kabupaten/kota  rajin melakukan OP dengan harapan kestabilan bisa dipelihara. Karena untuk menunjang kestab ilan di tibgkat provinsi ini juga harus ada dukungan dari tingkat II agar ada ke seimbangan apalagi Jatim ini mempunbyaio daerah Tk II yang cukup luas dibandingkan provinsi lain yang ada di Indonesia. [ma]

Tags: