Bulog Kediri Tunggu Instruksi Penambahan Raskin

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Kab Kediri, Bhirawa
Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub-Divisi Regional Kediri, Jawa Timur, menunggu instruksi soal beras untuk warga miskin (raskin) tambahan, yaitu ke-13 dan ke-14.
“Sekarang belum ada instruksi, jadi kami tunggu instruksi dari atas soal raskin tambahan. Sudah diajukan, tapi belum ada keputusan. Saat ini, kami menyalurkan untuk raskin setiap bulan,” kata Kepala Bulog Subdivre Kediri Arif Mandu di Kediri, Minggu (6/7).
Ia mengatakan, kebutuhan untuk raskin di Bulog Kediri setiap bulan sekitar 3.000 ton untuk sekitar 250.000 rumah tangga sasaran penerimaan manfaat raskin tersebut. Mereka tersebar di tiga daerah di wilayah Bulog Kediri, yaitu Kabupaten/Kota Kediri, serta Kabupaten Nganjuk.
Untuk saat ini, Bulog secara rutin mendistribusikan raskin. Setiap RTSPM yang mendapatkan raskin itu, adalah 15 kilogram dengan harga Rp1.600 per kilogram. Raskin itu akan didistribusikan ke masing-masing kelurahan atau desa dan akan diberikan pada warga yang berhak menerima.
Ia juga mengatakan, stok beras di gudang Bulog Kediri 36 ribu ton, cukup untuk 12 bulan ke depan. Stok itu, selain untuk kebutuhan penyaluran raskin, juga untuk keperluan operasi pasar yang digelar di bulan Ramadhan ini.
Pihaknya menyebut, penyerapan terus dilakukan oleh Bulog Kediri. Saat ini, sebagian petani sudah mulai persiapan panen untuk musim tanam gadu. Diharapkan, target 75 ribu ton pada penyerapan 2014 ini bisa terealisasi.
Tentang operasi pasar saat Ramadhan, ia mengatakan sudah dilakukan. Hal itu juga sesuai dengan instruksi dari atas, agar mengadakan operasi pasar. Dalam operasi pasar itu, Bulog menyediakan bahan pokok antara lain beras, minyak goreng, tepung terigu, dan gula.
Arif menyebut, yang paling banyak dicari oleh konsumen adalah gula dan minyak goreng, sementara beras dan tepung terigu tidak terlalu besar pembelinya. Pihaknya mengatakan saat operasi pasar di Ramadhan ini, Bulog menyediakan beras sampai 600 kilogram, gula pasir sampai 700 kilogram, minyak goreng sampai 700 kilogram, serta tepung terigu sampai 365 kilogram.
Harga jual barang di operasi pasar oleh Bulog Kediri ini lebih rendah jika dibandingkan dengan harga di pasar. Untuk minyak goreng, harga jualnya saat operasi pasar adalah Rp9.400 per kilogram, sementara di para pedagang harganya bisa sampai Rp15 ribu per kilogram, sementara untuk beras harganya Rp7.500 per kilogram, gula pasir harganya Rp8.500 per kilogram, dan tepung terigu harganya Rp6.800 per kilogram.
Arif juga menyebut, operasi pasar ini digelar mulai 30 Juni sampai nanti 26 Juli 2014. Untuk lokasi, dilakukan di sejumlah pasar tradisional di wilayah Bulog Kediri, serta kelurahan atau desa, sesuai dengan permintaan dari pemerintah daerah.  [mb2.ant]

Tags: