Bulog Sediakan 858 Ton Beras untuk OPK

7-FOTO B wed-sawah tergenag banjirTulungagung, Bhirawa
Bulog Divre Tulungagung kini sedang bersiap dan menyediakan 858,225 ton atau 858.225 kg beras untuk penyelenggaraan Operasi Pasar Khusus (OPK) beras di Kabupaten Tulungagung. OPK rencananya dilakukan pemerintah dan Perum Bulog menjelang Natal Tahun 2014 dan Tahun Baru 2015.
“Saat ini kami sedang menunggu. Surat dari Kemenko memang sudah ada (tentang OPK) dan rencananya dilakukan Desember ini,” ujar Kepala Bulog Subdivre Tulungagung, Supriyanto, pada Bhirawa, Selasa (16/12).
Mekanisme program OPK, menurut Supriyanto, tidak berbeda atau sama dengan program raskin (beras untuk masyarakat miskin). “Itu yang saya baca dari surat yang kami terima. Sama dengan raskin penyalurannya,” terangnya.
Sesuai dengan mekanisme raskin maka setiap keluarga miskin mendapat 15 kg beras. Harga tebusnya Rp 1.600 per kg. Catatan Bulog Subdivre Tulungagung menyebutkan raskin diberikan pada 57.215 RTS-PM (rumah tangga sasaran-penerima manfaat). Dan beras yang disalurkan sebanyak 858.225 kg.
Supriyanto menandaskan pelaksanaan OPK sasarannya memang masyarakat berpenghasilan rendah. “Jadi seperti pembagian raskin, satu rumah tangga sasaran mendapat beras sebanyak 15 kg dengan harga Rp 1.600 per kg-nya,” terangnya lagi.
Sementara itu, harga beras di pasar tradisional di Tulungagung saat ini sudah mengalami kenaikan. Kenaikan harganya rata-rata antara Rp 400 sampai Rp 1.200 per kg.
Ada beberapa sebab harga beras mengalami kenaikan di Kota Marmer. Menurut pedagang di Pasar Ngemplak Kota Tulunaggung penyebabnya adalah kelangkaan beras di sejumlah wilayah dan pengaruh atau imbas dari kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak).
Beras kelas raskin di pasaran yang semula harganya Rp 6.500 per kg kini sudah naik menjadi Rp 7.000 per kg. Atau naik Rp 500 per kg. Begitu pun dengan harga beras kelas premium. Dari yang harganya Rp 8.500 per kg sekarang sudah tembus Rp 9.000 per kg. Bahkan ada yang dijual Rp 10.000 per kg.
Sejumlah pedagang memperkirakan harga beras akan kembali naik menjelang Natal Tahun 2014 dan Tahun Baru 2015. “Kami belum bisa memastikan sampai kapan kenakan harga ini akan berlangsung atau bisa stabil. Apalagi sebentar lagi natal dan tahun baru,” ujar Slamet salah seorang di antaranya.n wed

Keterangan Foto:
Areal persawahan yang tergenang banjir dan membuat gagal panen bisa semakin melambungkan harga beras, karena pasokan di pasaran menjadi berkurang.

Tags: