Bupati Gresik Kembali Gulirkan Mutasi

MutasiGresik, Bhirawa
Belum genap sebulan, Bupati Sambari Halim Radianto kembali gulirkan mutasi pejabat jilid XI. Mutasi  kali ke dua di Bulan Nopember  tahun  ini, kembali meroling tiga pejabat setruktural eselon IIb. Ketiganya, Kepala Bappeda, Herman T Sianturi yang dimutasi ke Dispendukcapil. Herman sebelumnya juga pernah menjabat Kepala Dispendukcapil tahun 2012 dan sempat menuai protes kalangan kiai dan tokoh masyarakat  Gresik. Kemudian, Kepala BLH  (Badan Lingkungan Hidup), Ir Tugas Husni Syarwanto MT yang dipindah ke Bapeda. Dan Kepala Dispendukcapil, Ir Sumarno menjabat Kepala BLH.
Pelantikan tiga  pejabat eselon IIb ini terbilang sangat istimewa. Pasalnya, baru pertama kalinya pelatikan dilakukan dua pimpinan tertinggi  di Pemkab Gresik. Dimana, Bupati  bertugas membacakan SK pelantikan, sedangkan Wabup membacakan sumpah janji. Pelantikan juga bersifat mendadak. Sebab, Bupati hari Rabu (19/11) pagi, tiba-tiba memerintahkan Ketua Tim Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan), Ir  Moch Najib MM untuk menggelar pelantikan.
Kabar yang berkembang di lingkup Pemkab Gresik menyebutkan, sebetulnya tiga pejabat itu seharusnya sudah katut pelantikan gerbong X yang memutasi 179 pejabat pada  Selasa (4/11). Namun, pelantikan tiga pejabat itu dibatalkan, karena ada salah satu pejabat, yakni Kepala Bapeda, Herman T. Sianturi  yang belum rampung menuntaskan tugas-tugas di Bapeda. ”Ya memang seharusnya tiga pejabat itu akan dilantik pada  Selasa (4/11), tapi dibatalkan karena Kepala Bapeda masih harus menuntaskan beberapa persoalan di Bapeda,” kata salah satu pejabat di lingkup Pemkab Gresik yang enggan disebutkan namanya.
Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto mengatakan, pelantikan hari ini, Rabu (19/11) sangat istimewa. Sebab, pelantikan langsung dilakukan dua pimpinan Pemkab Gresik, yakni  Bupati dan Wakil Bupati.  ”Istimewanya ke dua, Alhamdulillah pelantikan kali ini tak bocor. Ini berarti BKD sangat hebat dalam merahasiakan pelantikan ini. Terus terang saja pelantikan ini bukan pelantikan dadakan, tapi pelantikan yang sudah direncanakan cukup lama, kalau toh tak bocor berarti BKD yang hebat,” katanya.
Menurut Sambari, pelantkan di lingkungan Pemkab Gresik merupakan hal yang biasa. Pelantikan   adalah bentuk penyegaran agar mereka tak jenuh dalam beraktivitas, mengingat pimpinan merupakan pelayan masyarakat. Sebab kini masyarakat sangat kritis. Diharapkan dengan pelantikan tiga pejabat yang dinilai sudah mampu dan mengusai bidangnya bisa lebih meningkatkan pelayanan, karena para pemimpin merupakan pejabat yang telah menorehkan harumnya nama Kab Gresik.
”Seperti Herman Sianturi yang telah mampu merencanakan pembangunan Gresik ke depan dengan baik, demikian juga Tugas Husni Syarwanto yang berhasil memboyong Piala Adiwiyata terbanyak se Indonesia dan Adipura, serta Pak Sumarno tinggal meneruskan perjuangan mereka,” pungkasnya.
Wabup, Moch Qosim menambahkan, Tugas Husni Syarwanto selama di BLH banyak mengharumkan nama baik Gresik, karena Gresik selalu mendapatkan Piala Adipura. Maka dengan masuknya Sumarno ke BLH, kedepan Pemkab Gresik bisa menyabet Adipura Kencana. ”Saya yakin mereka mampu,” katanya. [eri]

Rate this article!
Tags: