Bupati Gresik Minta UMKM Perhatikan Masa Kedaluwarsa Makanan

Para UMKM di Gresik saat mendapat sosialisasi dari BPOM RI. [kerin ikanto/bhirawa]

Gresik,Bhirawa
Para pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Kabupaten di Gresik diminta untuk selalu perhatikan masa kadaluwarsa produk makanan yang diproduksi.

Saat ini banyak UMKM di Gresik dengan beragam jenis makanan yang diproduksi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melakukan ‘jemput bola’ datang ke Gresik. Lembaga bertugas mengawasi peredaran obat-obatan dan makanan di Indonesia itu memberikan sosialisasi keamanan pangan dan layanan konsultasi pendaftaran produk pangan bagi pelaku usaha.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto menyatakan terima kasih atas layanan POM kepada para pelaku UMKM di Gresik. Menurutnya, sudah tepat upaya BPOM memberikan layanan sosialisasi dan konsultasi pada UMKM pangan di Gresik. Mengingat jumlah UMKM di Gresik mencapai 17 ribu lebih.

Dari jumlah itu 75% perlu pembinaan dan perizinan dari BPOM.”Tolong, kalau sudah diberikan pembinaan dan diseleksi harus tetap diberi pembinaan terutama dalam penentuan expired produk. Cek dan telitilah sesuai laboratorium yang dimiliki oleh BPOM” kata Bupati Sambari.

Bupati juga meminta kepada seluruh pelaku usaha UMKM di Gresik berlomba-lomba meningkatkan kualitas dan menjaga mutu produksinya. Bupati minta kepada BPOM agar selalu memberikan pembinaan kepada pelaku usaha pangan di Gresik, terutama bagaimana para pelaku usaha pangan dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Sementara, Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Sosialisasi Keamanan Pangan, Dewi Prawitasari mewakili BPOM RI mengatakan, tujuan sosialisasi ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang keamanan pangan, menerapkan cara olahan yang baik untuk peningkatan daya saing.”Keamanan pangan merupakan tanggung jawab kita bersama dan memberikan dampak besar terhadap Kesehatan masyarakat” urai Dewi.

Selain itu, menurut Dewi untuk meningkatkan daya saing produk lokal, BPOM juga memberikan kemudahan dalam mendapatkan nomor izin edar BPOM RI MD.

Beberapa kemudahan BPOM yaitu, pembinaan UMKM via daring, pemdampingan, coaching clinic, simplikasi persyaratan izin cukup Izin Usaha Mikro kecil (IUMK) dan Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU), sesuai PP 32/2017 ada potongan biaya 50%, registrasi pangan resiko rendah hanya melalui notifikasi tidak dipersyaratkan hasil uji/analisa, pemeriksaan hanya focus pada pelaksanaan hygieni sanitasi, sampling dan uji produk UMKM gratis. [eri]

Tags: