Bupati Gresik Panen Perdana Tebu di Balongpanggang

5-ft panen tebu-kerin-1Gresik, Bhirawa
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Moh Qosim melakukan panen perdana tebu di Desa Wantonsari, Kec Balongpanggang, Senin (9/6). Lahan yang dipanen seluas 17 hektar dari 3 ribu hektar lahan tebu yang ada di Kab Gresik.
Menurut Bupati, kini kebutuhan tebu di Indonesia mencapi 5,7 juta ton. Namun, baru tercukupi sekitar 2,66 juta ton. Sehingga kebutuhan tebu saat ini sangat kurang. Minimnya produksi tebu disebabkan banyak faktor. Diantatanya, langkahnya bibit unggul dan lahan pertanian tebu kurang. Dan yang paling penting yaitu rendemen rendah berkisar 5,7%. ”Kondisi di Kab Gresik sebenarnya sangat cocok untuk lahan tebu, khususnya Gresik di wilayah Selatan,” katanya.
Begitu juga pengembangannya juga bisa hingga wilayah Utara. Sebab, tanaman tebu hanya bisa ditanam di lahan kering dan tak membutuhkan banyak air, terlebih dengan adanya Bendung Gerak Semebubayat (BGS) tanaman tebu akan lebih bisa dikembangkan di wilayah Utara.
Minimnya rendemen yang hanya 5,7%. Menurut Bupati, tentunya tak memberikan gairah petani tebu. Diharapkan, pihak perusahaan seperti Watu Tulis dan PG Candi bisa memberikan rendemen berkisar 9 %. Sehingga bisa memberikan semangat para petani tebu.
Bupati berharap ke depan para petani lebih memperhatikan bibit yang rendemenya bagus, lahan yang baik serta pemupukan yang teratur dan baik. Jika ini dilakukan dengan baik dan teratur banyak petani yang melirik sebagai petani tebu. Karena bertani tebu lebih mudah dan tak banyak perawatan. ”BegituĀ  juga bila ada lahan yang kurang suburĀ  agar beralih menjadi petani tebu,” saran Bupati.
Selain melakukan penen perdana tebu, Bupati juga memberikan bantuan peralatan kepada sejumlah Gapoktan seperti pompa air, hand traktor, sumur bor, pompa air, irigasi dan jalan usaha tani. [eri]

Keterangan Foto : Bupati, Wakil Bupati dan Kepala Dinas Pertanian saat melakukan panen tebu di Desa Wotansari, Kec Balongpanggang. [kerin ikanto/bhirawa]

Tags: