Bupati Gresik: Pemilu Itu Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Bupati dan Kapolres Gresik dalam acara Fokus Group Diskusi. [kerin ikanto/bhirawa]

Gresik, Bhirawa
Melihat antusiasme para petinggi partai, Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto optimis Pemilu di Kab Gresik yang akan digelar pada 17 April mendatang berjalan sukses. Optimisme bupati itu disampaikan dalam acara Fokus Group Diskusi (FGD) yang digelar Polres Gresik bertempat di Hotel Home di Jl Kalimantan, Gresik Kota Baru (GKB), Kamis (28/3).
Hadir dalam acara itu yaitu para unsur peserta Pemilu. Diantanya, Ketua Partai Politik (Parpol), Tim Sukses, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kab Gresik, KPU Gresik. Selain itu, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forlopimda) dan para Kapolsek juga turut diundang.
Kegiatan itu bertujuan untuk memantapkan suksesnya Pileg dan Pilpres tahun 2019 yang kredibel, akuntabel serta bermartabat di Kab Gresik. Bupati berharap acara FGD bisa memecahkan sesuatu yang mungkin selama ini masih mengganjal diantara para partai politik.
”Dengan keadaan ini, dan atas dukungan semuanya, maka Pemilu akan berjalan sesuai yang kita harapkan. Atas dukungan semua Parpol, maka saya yakin pelaksanaan Pemilu di Gresik bisa berjalan kondusif seperti pelaksanaan Pemilu sebelumnya,” ujar Sambari optimis.
Kondisi itu tentu sangat menggembirakan bagi Bupati Sambari. Katanya, dukungan Parpol ini akan meningkatkan partisipasi masyarakat. Tentu saja hasilnya akan melebihi target partisipasi masyarakat sebelumnya yaitu 77,5%.
”Semoga akan memberikan sumbangsih demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Gresik dan Jatim pada umumnya,” harap Sambari.
Kapolres Gresik, AKBP Wahyu S Bintoro selaku penyelenggara kegiatan FGD mengatakan, event ini merupakan bagian penting dari silaturahmi antar partai politik untuk mendinginkan suasana (cooling system).
”Mari kita bersama menciptakan Pemilu yang aman, damai dan sejuk. Pemilu kali ini merupakan pesta demokrasi yang menjadi tonggak sejarah karena melaksanakan lima pemilihan sekaligus. Sukses Pemilu ini akan menjadi sorotan dunia international. Kita memilih pemimpin, bukan mengadu pemimpin. Maka hindarilah hoax dan isu SARA. Kami akan menindak tegas setiap upaya yang mengganggu pelaksanaan Pemilu,” tegas Kapolres.
Kapolres juga menyatakan tugas pengamanan Pemilu adalah suatu kehormatan. Untuk mengamankan Pemilu 2019 pihaknya akan menerjunkan petugas pengamanan Pemilu sebanyak 1.618 orang yang terdiri dari gabungan TNI/Polri, Linmas dan dibantu Ormas. ”Sesuai indeks potensi kerawanan, Pemilu di Gresik cukup aman. Jika banding dengan beberapa kabupaten/kota lain, Gresik terbilang kondusif,” tandas Kapolres. [eri]

Tags: