Bupati Gresik Siap Adu Program dengan Daerah Lain

Bupati Gresik, Sambari Halim (1)Gresik, Bhirawa
Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto siap adu program dengan daerah lain, terlebih dalam sektor pembangunan pariwisata. Selain itu, bupati juga siap membangun Gresik menjadi Kota Agamis. Pernyataan bernada tantangan ini disampaikan Bupati saat anggota pakar ilmu pelayanan public Mathew Skinner dari Inggris dan Djuni Thamrin PhD dari G12 menemui Bupati Rabu (26/1) kemarin dan menanyakan program setahun ke depan.
Tentang kesanggupan bupati adu program dengan beberapa daerah ini disampaikan bupati saat tim yang diketuai Djuni Thamrin beserta rombongan beraudiensi dengan bupati. Selain Djuni Thamrin, tim juga membawa anggota rombongan yaitu Mathew Skinner (Inggris), Alison (Australia) serta didampingi Redi Setiadi (JPIP).
Dalam keterangannya, Djuni mengatakan kedatangannya ke Kab Gresik ini terkait dengan reformasi birokrasi. ”Kami ingin melihat langsung inovasi dalam meningkatkan pelayanan publik di daerah,” katanya.
Selanjutnya, tim akan mengundang bupati untuk dipertemukan dengan para kepala daerah lain ataupun perwakilannya di Hotel JW Marriot di Surabaya pada Jum’at, 30 Januari 2015. Dari berbagai inovasi yang dikumpulkan dan dipandang layak akan ditampilkan di Jakarta. ”Berbagai inovasi itu akan menjadi pembelajaran dalam peningkatan pelayanan publik secara nasional maupun international,” ungkap Djuni Thamrin.
Berbagai inovasi pembangunan disampaikan bupati dalam masa kepemimpinannya bersama Mohammad Qosim, Wakil Bupati Gresik. Beberapa pembangunan diantaranya Gapura Selamat Datang, pembangunan stadion, pembangunan Wahana Ekspresi Pusponegoro, Pembangunan Bendung Gerak Sembayat, Waduk Sukodono, Pembangunan GOR Pemuda di Sidayu.
Pembangunan RS Ibnu Sina 5 lantai, pembangunan RS type D di Bawean, rehab dan peningkatan fasilitas kesehatan Puskesmas, Lapangan Terbang di Bawean, pembebasan banjir perkotaan dengan pembangunan gorong-gorong mengadopsi konstruksi dari belanda, pembangunan Instalasi Pengelolaan Limbah Tinja (IPLT) serta pembangunan 108 unit IPAL komunal.
Selain pembangunan fisik, bupatiĀ  juga menyebutkan beberapa peningkatan mulai dari peningkatan pertumbuhan ekonomi yang kini mencapai 7,46. Indeks Pembangunan Manusia yang mencapai 74,5 dan Pendapatan perkapita (PCI) rata-rata Rp38 juta per tahun, serta Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp56 triliun. ”Semuanya melebihi angka rata-rata Jatim maupun nasional,” ungkap bupati. [eri]

Tags: