Bupati Jombang Imbau OPD Serius Tangani Penataan Jalan Wahid Hasyim

Jalan Raya KH Wahid Hasyim, Kota Jombang yang akan menjadi lokasi penataan jalan oleh Pemkab Jombang tahun 2020 ini, Sabtu (22/02/2020). [arif yulianto/ bhirawa].

Jombang, Bhirawa
Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab mengungkapkan dua program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang pada tahun 2020 ini yakni, penataan Jalan Raya KH Wahid Hasyim dan Jalan Adityawarman, Jombang. Dua item ini merupakan sebuah gebrakan Pemkab Jombang pada era kepemimpinan Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab.
Oleh karenanya, Bupati Mundjidah Wahab meminta dan mewanti-wanti agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Jombang yang terkait program tersebut agar serius menanganinya.
“Saya harapkan OPD terkait melaksanakan program ini dengan serius. Karena saya melihat, sejak saya lahir, kondisi kota Jombang ya seperti itu saja,” ungkap Bupati Jombang kepada Bhirawa, Sabtu (22/02/2020).
Dengan kondisi tersebut, Bupati Jombang lewat program yang sudah disusun menginginkan agar, Kota Jombang nantinya memiliki ‘wajah’ baru terutama di sepanjang Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan Adityawarman.
“Saya ingin membuat sebuah perubahan yang baik, ramah, dan nyaman bagi pengguna jalan dan masyarakat. Ini adalah suatu program yang memang sebuah kebutuhan yang harus kita laksanakan,” tegas Bupati.
Bupati menerangkan, dua item ini juga sudah masuk pada Rencana Anggaran Keuangan (RAK) serta sudah dilakukan ploting anggaran. Selain itu, Bupati menambahkan, kajian terkait dua kegiatan ini juga sudah dilakukan, sehingga kegiatan tersebut harus berjalan pada tahun 2020 ini.
“Karena kita ini mau membuat jalan yang ramah untuk pejalan kaki, disabilitas, juga ramah untuk pengguna sepeda ontel, badan jalannya menjadi luas, parkirnya diatur sebelah. Nah kalau bisa kan sekalian kabel-kabelnya bisa dibangun (ditata),” terang Bupati.
Salah satu pertimbangan penataan Jalan Raya KH Wahid Hasyim ini kata Bupati yakni, karena faktor trotoar yang ada saat ini sudah tidak layak untuk dipakai berjalan. Selain itu, taman pembatas jalan rencananya juga akan dimanfaatkan untuk pelebaran jalan.
“Jadi pertama agar ramah untuk pejalan kaki, juga bagi disabilitas, terutama tuna netra. Kita juga buat jika orang memakai sepeda pancal. Dan yang ketiga, jalannnya menjadi lebar. Perubahan seperti ini agar ada perubahan ‘wajah’ daripada kota, sekaligus dengan adanya pelebaran jalan itu, akan mengurangi kemacetan,” papar Bupati Jombang.
Sementara untuk pelebaran Jalan Adityawarman, Bupati menegaskan, hal tersebut memang sebuah keharusan karena selama ini Kota Jombang tidak mempunyai jalan alternatif jika pada saat tertentu ada kegiatan di Jalan Raya KH Wahid Hasyim.
“Apalagi kalau ada ‘Car Free Day’. Ini sehingga kita upayakan melebarkan jalan itu, satu-satunya jalan yaitu dengan (pemasangan) ‘box culvert’. Dan ini sudah banyak dilakukan di kota-kota lain termasuk Surabaya,” papar Bupati lagi.
Bupati juga menyebutkan bahwa, masyarakat juga sangat antusias jika Jalan Adityawarman ini diperlebar. Dengan pemasangan box culvert di sungai di sisi Jalan Adityawarman saat ini tersebut, dijelaskan Bupati, jalan tersebut akan menjadi lebih lebar.
“Asalnya enam meter menjadi 12 meter. Ketika ada ‘Car Free Day’, sehingga tidak mengganggu lalu lintas, aktifitas dari masyarakat,” tandas Bupati.
Ditambahkannya lagi, terkait perkembangan dua lokasi penataan ini, untuk Jalan KH Wahid Hasyim sudah tidak ada masalah, karena sudah memiliki kesiapan pada sisi perencanaan maupun DED (Detail Engineering Design) nya.
“Sehingga pelaksanaannya tahun ini, dan itu terbatas waktunya. Kalau tidak secepatnya dilelang, tidak akan selesai dalam satu tahun. Kalau box culvert (Jalan Adityawarman), dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) sudah ada rekomendasi, sambil menunggu dari Dirjen PU itu, kita sudah bisa memulai berproses,” ulas Bupati Mundjidah Wahab.(rif)

Tags: