Bupati Jombang Pastikan Kesiapan Instrumen Penanggulangan Bencana

Bupati Jombang, Dandim 0814 Jombang, Kapolres Jombang, serta Dansatradar 222 Kabuh, Jombang saat melakukan pengecekan pasukan dan perlengkapan penanggulangan bencana alam di Lapangan Pemkab Jombang, Kamis pagi (09/01/2020).[arif yulianto/bhirawa].

Jombang, Bhirawa
Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab memastikan kesiapan instrumen penanggulangan bencana yang terdiri dari pasukan gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang serta sejumlah perlengkapan yang sudah siap digunakan untuk penanganan penanggulangan bencana alam di Kabupaten Jombang.
Hal tersebut terlihat saat Apel Gelar Kesiapan Pasukan dan Perlengkapan Dalam Rangka Penanggulangan Bencana Alam Hydrometerologi Di Wilayah Kodim 0814 Jombang yang dilaksanakan di Lapangan Pemkab Jombang, Kamis pagi (09/01/2020).
Bersama dengan Komandan Kodim (Dandim) 0814 Jombang, Kapolres Jombang, serta Komandan Satuan Radar (Dansatradar) 222, Kabuh, Jombang, Bupati Mundjidah Wahab melakukan pengecekan kesiapan pasukan dan perlengkapan tanggap bencana.
Bupati Jombang mengatakan, meski pihaknya berharap agar tidak terjadi bencana alam di Kabupaten Jombang, namun apel gelar pasukan dan perlengkapan tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar jika sewaktu–waktu terjadi bencana.
“Hari ini kita melihat baik itu peralatan maupun pasukan, semua sudah siap,” ujar Bupati Mundjidah Wahab.
Bupati juga menyampaikan, ada 32 desa di Kabupaten Jombang yang memiliki potensi kerawanan terjadi bencana alam yang mayoritas merupakan desa rawan banjir.
“Banjir yang banyak, dan ada beberapa desa yang istilahnya adalah langganan banjir,” tambah Bupati.
Sumber data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, pada tahun 2019 yang lalu, Kabupaten Jombang mengalokasikan anggaran sebesar 7 Milyar Rupiah lebih untuk penanggulangan bencana alam di Kabupaten Jombang. Sementara untuk tahun 2020 ini, anggaran sebesar 3 Milyar Rupiah lebih disiapkan Pemkab Jombang untuk penanggulan bencana alam. Anggaran penanggulangan bencana alam di Kabupaten Jombang tahun 2020 ini lanjut Bupati, masih akan direvisi oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim).
Dandim 0814 Jombang, Letkol Inf Triyono menambahkan, pihaknya sudah menempatkan pasukan untuk penanggulangan bencana alam di titik di Kabupaten Jombang.
“Titik yang pertama kita ‘stand by’ kan 2 SST, kurang lebih 50 orang itu masuk Sektor Ploso. Kemudian 3 SST, kekuatan kurang lebih 75 orang, mengcover sektor Peterongan dan Mojoagung. 1 SST mengcover Sektor Wonosalam, antisipasi bencana longsor,” rinci Dandim.
Dandim juga menambahkan, pasukan-pasukan tersebut sudah di ‘stand by )’ kan di masing-masing sektor sejak satu minggu yang lalu. Sedangkan apel gelar pasukan dan perlengkapan kali ini lanjut Dandim, dilakukan dalam rangka mensinkronkan unsur-unsur TNI, Polri, dan seluruh dinas terkait dari jajaran Pemkab Jombang yang bisa digunakan untuk memaksimalkan tugas kemanusiaan tersebut.
“Karena sekali lagi, (penanggulangan) bencana itu adalah tugas kemanusiaan. Panggilan hati itulah yang sebagai kunci kesuksesan pelaksanaan tugas di lapangan,” tandas Letkol Triyono.(rif)

Tags: